Kompas.com - 03/10/2012, 11:10 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

MADRID, KOMPAS.com — Pemerintah Spanyol seolah malu-malu meminta bantuan darurat ke Uni Eropa, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Sentral Eropa (ECB). Di sisi lain, krisis ekonomi di Spanyol sudah semakin dalam.

Pengangguran di Spanyol sudah mencapai 25 persen. Suku bunga obligasi terbitan Pemerintah Spanyol berjangka 10 tahun juga sudah tinggi, yakni 5,75 persen.

Suku bunga tinggi ini pertanda risiko gagal bayar bayar utang berpotensi meningkat. Sebagai perbandingan, suku bunga obligasi Pemerintah Jerman di bawah 2 persen.

Karena itu, muncul dugaan bahwa Spanyol sudah tidak bisa menahan dampak negatif kelesuan ekonomi sehingga kemungkinan segera akan meminta bantuan darurat.

Akan tetapi, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy, Selasa (2/10/2012), di Madrid, tidak menjawab pertanyaan apakah Spanyol kemungkinan sudah lempar handuk.

Menurut kantor berita Associated Press, Spanyol sedang berpikir keras apakah akan menyerah. Ada perhitungan di balik itu, yakni jika pemerintah meminta bantuan darurat, negara ini tidak akan bisa menahankan derita lebih besar karena kucuran bantuan akan mempersyaratkan pengetatan pengeluaran negara secara lebih tegas. Ini ditakutkan akan memperparah krisis seperti dialami Yunani.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X