Kompas.com - 02/10/2012, 07:57 WIB
EditorEgidius Patnistik

BRUSSELS, KOMPAS.com - Jumlah penganggur membubung di blok negara-negara pengguna mata uang euro di Eropa, dengan kenaikan dua juta pekerja yang menganggur dibandingkan dengan tahun lalu.

Uni Eropa, Senin (1/10) memberitakan bahwa lebih dari 18 juta pekerja menganggur di blok 17 negara pengguna mata uang euro itu pada bulan Agustus, jumlah terbanyak sejak Uni Eropa pertama kali mencatat hal ini pada tahun 1995. Tingkat pengangguran di zona euro kini 11,4 persen, jauh lebih tinggi daripada dua pesaing ekonominya, yakni 8,1 persen di Amerika Serikat dan 4,1 persen di Jepang.

Sementara itu, tujuh juta pekerja disebut menganggur di 10 negara Uni Eropa lainnya yang tidak tergabung dalam zona euro. Jurubicara Komisi Eropa Jonathan Todd menyebut tingkat pengangguran secara keseluruhan tidak dapat diterima.

Tingkat pengangguran di Spanyol mencapai 25 persen pada bulan Agustus, sedangkan Yunani sedikit lebih rendah dari angka tersebut. Tingkat pengangguran di Jerman yang ekonominya kuat mencapai 5,5 persen, sedangkan negara tetangganya Austria, memiliki tingkat pengangguran terendah di zona euro dengan 4,5 persen.

Di Athena, para pejabat Yunani bertemu dengan para kreditor internasional untuk membahas rencana mereka bagi penghematan 17 miliar dolar dalam upaya memastikan pencarian dana talangan tahap berikutnya.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X