Kompas.com - 27/09/2012, 08:49 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MOROTAI, KOMPAS.com - Pascaberlangsungnya Sail Morotai banyak investor asing yang berkeinginan untuk berinvestasi di pulau yang terletak di bibir pasifik itu. Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua mengaku tidak bisa langsung mengambil keputusan.

"Ada investor China dan Taiwan yang bahkan ingin beli pulau-pulau kecil yang ada di sini. Saya bilang wah, nanti saya pikir-pikir dulu," ungkap Rusli Sibua. "Saya tidak bisa langsung begitu, kita kaji dulu aturannya jangan sampai nanti saya yang dibilang menjual pulau," terang Rusli, beberapa waktu lalu.

Rusli mengatakan, keinginan investor membeli pulau kecil di Morotai itu untuk dijadikan sebagai lokasi wisata dan sejenisnya. "Kalau memang itu keinginan investor kita cari solusi terbaik bila memang aturannya tidak bisa pulau dijual. Mungkin saja kita pakai sistem kontrak, tanahnya (pulau) kita kontrakan ke investor dia mau bangun tempat wisata di sana dan tidak bisa ada orang yang mengganggu di sana atau bagaimanalah nanti kesepakatannya. Yang jelas beli pulau ini saya masih harus kaji dulu aturannya," jelas Rusli lagi.

Rusli menambahkan, banyak juga investor yang melirik Morotai untuk usaha di bidang perikanan dan kelautan termasuk kepariwisataan. Hanya saja, ada masalah lain lagi bagi para investor khususnya yang berasal dari Taiwan.

Menurut Rusli, antara Taiwan dan Indonesia tidak ada hubungan diplomatik. Sehingga keinginan investor asal Taiwan yang berinvestasi di Morotai  mengalami hambatan.

"Di Morotai sekarang sudah ada investor yang masuk yaitu Jababeka Group. Jadi nanti para investor Taiwan ini akan difasilitasi oleh Jababeka. Karena Indonesia dan Taiwan tidak ada kerjasama di bidang diplomatik. Sehingga kita pakai solusi kerja sama antara dunia usaha, Jababeka-lah yang akan fasilitasi itu agar tidak ada kesan bahwa ada hubungan diplomatisnya," jelas Rusli lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.