Kompas.com - 26/09/2012, 16:15 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

JAMBI, KOMPAS.com — Penyemaian hujan buatan di wilayah Jambi terhambat pekatnya kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan. Jarak pandang hanya 1.000 meter sejak pagi hingga sore, Rabu (26/9/2012), menghambat aktivitas pesawat penyemai hujan buatan Tim Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT).

"Hari ini kami tidak bisa menyemai hujan buatan karena jarak pandang terhalang oleh kabut asap," ujar Koordinator Tim Modifikasi Cuaca (TMC) dari BPPT untuk Provinsi Jambi Djazim Syaifullah, Rabu.

Menurut Djazim, penyemaian hujan buatan masih sangat diperlukan, mengingat aktivitas kebakaran lahan dan hutan masih terjadi pada sejumlah wilayah di Jambi. Hujan buatan juga dibutuhkan untuk mengatasi pekatnya kabut asap.

Pihaknya menyayangkan rendahnya jarak pandang menghambat aktivitas tim. "Mudah-mudahan kondisi udara pada esok hari tidak sepekat hari ini agar hujan buatan dapat kami laksanakan," tutur Djazim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.