Kompas.com - 25/09/2012, 15:18 WIB
EditorKistyarini

Macet parah adalah bagian tak terpisahkan dari hidup dan budaya di kota besar berpenduduk 11 juta jiwa ini.

"Kami telah menjadi budak lalu lintas dan kami harus merencanakan hidup kami dengan lalu lintas sebagai pusatnya," kata Crespo.

Bagi mereka yang memiliki cukup uang, ada pilihan lain yaitu terbang dengan helikopter sewaan.

Pemilik Helimart Air Taxi, Jorge Bittar, mengatakan bahwa perusahaannya menikmati pertumbuhan 10 persen per tahun dan memiliki 16 helikopter yang jarang ada di darat untuk waktu lama.

"Dalam hal lalu lintas; semakin buruk, semakin baik bagi kami."

Profesor Barbieri, pakar teknik dan transportasi dari Universitas Sao Paulo, mengatakan bahwa kota itu memiliki insinyur lalu lintas yang terampil, berpengalaman, dan mampu mencairkan kemacetan di kota itu.

"Akan tetapi, masalah besarnya adalah kami, orang Brasil, buruk dalam perencanaan dan lalu lintas hanya dapat diatasi jika kita mulai melihat solusi jangka panjang."

"Tidak ada kota di dunia yang akan mampu mengakhiri kemacetan karena ketika lalu lintas lancar, orang lebih suka mengemudikan mobil mereka sendiri. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan, titik ketika pengguna jalan dapat menggunakan transportasi umum karena lebih cepat dari mengemudi," kata dia.

"Sao Paulo harus secepatnya berinvestasi di transportasi publik daripada membangun jalan raya dan jalan tol yang hanya akan dipenuhi mobil."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.