Iran Tuding Barat Manfaatkan Dewan Keamanan

Kompas.com - 25/09/2012, 12:57 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Negara Barat yang memanfaatkan Dewan Keamanan PBB berarti melanggar hak negara merdeka, kata Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di Markas PBB, New York, Senin (24/9/2012).

Menekankan perlunya pemeliharaan keamanan internasional, Ahmadinejad—yang menghadiri Sidang Majelis Umum PBB—mengecam sanksi yang dijatuhkan Barat atas Iran karena program nuklir damainya. Ia menganggap semua sanksi tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hak Republik Islam Iran.

Ahmadinejad, yang berbicara dalam sidang tersebut dengan pidato berjudul "The Rule of Laws", memusatkan kecamannya terutama pada Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris, demikian laporan IRNA. Ia menekankan hukum harus dilaksanakan secara utuh bagi setiap negara.

Ia menambahkan, "Bonus diskriminatif, bermain efektif dan peran yang dipaksakan di Dewan Keamanan PBB, dan hak veto hanya untuk sebagian negara, yang sebagian dilucuti keabsahannya, telah mengubah Dewan Keamanan PBB menjadi badan yang tak bisa menerapkan keadilan internasional, dan peraturan serta keamanan yang berkesinambungan di tingkat global."

Pemimpin bergilir Gerakan Non-Blok tersebut menambahkan, "Hari ini kita menyaksikan fakta bahwa sebagian pemegang hak veto bungkam mengenai bom nuklir rezim Zionis, atau mendukungnya, tapi pada saat yang sama mereka menciptakan penghalang di jalan kemajuan ilmu pengetahuan negara lain."

Ahmadinejad mengutuk pengutipan secara keliru dan pemanfaatan Piagam PBB dengan tujuan menghina kesucian umat manusia dan Utusan Allah. Ia merujuk pada film anti-Islam yang menghina Nabi Muhammad.

Ia menyatakan, "Sementara itu, orang yang sama melarang orang lain mempertanyakan masalah sejarah, atau melakukan penelitian mengenai itu, menganggap mereka bersalah dan patut diganjar dengan hukuman penjara."



EditorKistyarini

Terkini Lainnya

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional
Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia Peringatkan AS untuk Menahan Diri

Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia Peringatkan AS untuk Menahan Diri

Internasional

Close Ads X