Kompas.com - 24/09/2012, 11:18 WIB
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON, KOMPAS.com - Bayi panda raksasa yang baru berumur sepekan mati di Kebun Binatang Nasional di Washington, AS.

Bayi panda yang menjadi tontotan favorit pengunjung ini diketahui mati setelah pengasuhnya mendengar teriakan induknya, namun tak diketahui apa sebab-musabab kematiannya karena hewan mungil berukuran sebatang mentega itu masih dalam keadaan sehat sehari sebelumnya.

Dalam sebuah konferensi pers, pengelola kebun binatang mengatakan induk si bayi malang ini, Mei Xiang, terdengar mengeluarkan suara-suara aneh Minggu (23/9) pagi yang akhirnya dibaca pengasuhnya sebagai tanda-tanda minta tolong sementara si induk juga menjauh dari posisi bayinya.

Sekitar sejam kemudian seorang pengasuh berhasil memancingnya dengan air dan madu sementara pengasuh lainnya menggunakan sejenis tongkat untuk mengangkat si bayi panda.

Ternyata bayi itu sudah berhenti bernafas dan jantungnya tak lagi berdetak.

'Istimewa'

Ada empat Bonbin di AS yang punya koleksi panda, tetapi bayi panda di Washington ini dianggap sangat istimewa.

Sepasang panda pertama datang tahun 1972 sebagai hadiah dari pemerintah Cina untuk memperingati kunjungan bersejarah Presiden Richard Nixon ke negeri itu.

Indukan Mei Xiang kemudian melahirkan bayi pertamanya, Tai Shan tahun 2005, yang menjadi bintang Bonbin setempat sebelum dikirim pulang ke Cina tahun 2010.

Mei Xiang berkali-kali gagal hamil lagi dan karena itu saat berhasil melahirkan bayi panda baru, pengelola Bonbin sangat senang dan hati-hati karena mahluk rentan ini sangat mudah terserang penyakit dan infeksi.

Bayi panda juga terancam bahaya remuk akibat tertindih induknya saat menyusui karena berat bayi hanya seperseribu bobot induknya.

Pengelolan Bonbin Washington menurut kantor berita AP kini tengah menjalankan prosedur nekropsi, pembedahan hewan pasca kematian, untuk menentukan apa penyebab kematian si bayi.

Panda raksasa dikenal sangat sulit dibiakkan terutama dalam penangkaran. Anak panda di Washington ini berhasil dilahirkan setelah induknya menjalani proses pembuahan buatan.

Sejumlah pengunjung dikutip berbagai media di AS menyatakan kesedihan dan keterkejutan mereka atas matinya panda langka ini.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.