Majalah Perancis Diadukan Terkait Kartun Nabi

Kompas.com - 21/09/2012, 08:50 WIB
EditorErvan Hardoko

PARIS, KOMPAS.com — Majalah satir Perancis yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad diadukan oleh sebuah organisasi Suriah yang selama ini namanya tidak begitu dikenal.

Dalam aduan kepada pihak berwenang di Paris disebutkan, majalah Charlie Hebdo "secara terbuka memancing diskriminasi, menyulut kebencian atau kekerasan terhadap etnik, ras, atau agama".

Pengaduan terhadap Charlie Hebdo pada Rabu (19/9/2012) waktu Paris diajukan oleh Asosiasi Kebebasan Suriah, yang didaftarkan di Perancis awal tahun ini, tetapi tampaknya tidak begitu dikenal di kalangan masyarakat Suriah yang tinggal di negara tersebut.

Lebih lanjut organisasi tersebut menuduh majalah Charlie Hebdo "menyiramkan minyak ke api dengan menyebarkan kartun menentang Nabi Muhammad".

Perancis bersiap-siap menghadapi unjuk rasa seusai shalat Jumat, 21 September, menyusul penerbitan kartun Nabi. Kementerian luar negeri telah menyatakan penutupan kedutaan, konsulat, sekolah, dan pusat kebudayaan Perancis di sekitar 20 negara.

Sebagai salah satu upaya mengurangi ketegangan, pemerintah telah mengadakan pertemuan dengan pemuka-pemuka masyarakat Muslim di Paris.

Peringatan

Salah seorang kartunis Charlie Hebdo, Renald Luzier, membela keputusan di balik penerbitan sekitar 20 kartun Nabi Muhammad, pekan ini.

Kartun-kartun itu, katanya, dibuat tidak untuk menyulut reaksi berbau kekerasan. Menurutnya, majalah hanya menjalankan tugas secara rutin dengan meliput.

"Saya tidak berpandangan bahwa kami memutuskan menyulut api, kami hanya menjalankan tugas," katanya kepada BBC.

Sementara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memperingatkan bahwa kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan di Perancis akan memancing gelombang protes baru anti-Barat.

"Majalah Perancis itu seharusnya memperhatikan kekhawatiran masyarakat internasional terkait hasutan dan intoleransi keyakinan agama," kata Ketua OKI Ekmeleddin Ihsanoglu, dalam pernyataannya Kamis (20/9/2012).

Di Mesir, kelompok berpengaruh Ikhwanul Muslimin menyerukan kepada Perancis untuk mengambil tindakan terkait kasus kartun ini sama dengan cara yang ditempuh dalam menangangi kasus foto telanjang dada istri Pangeran William, Catherine.

Yang dimaksud cara tersebut, kata partai Ikhwanul Muslimin Partai Keadilan dan Kebebasan, adalah tindakan yang tegas dan cepat terhadap majalah yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X