Kompas.com - 20/09/2012, 08:54 WIB
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Elaraby mengecam keras pemuatan karikatur Nabi Muhammad di majalah Perancis Charlie Hebdo.

Tetapi ia mengatakan agar mereka yang merasa tersinggung dengan karikatur itu harus "menggunakan jalan damai untuk menyatakan penolakan tegas atas karikatur itu," seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Perancis meningkatkan keamanan di sejumlah kedutaan negara itu menyusul penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh majalah mingguan, kata Menteri Luar Negeri Laurent Fabius.

Majalah satir Charlie Hebdo menerbitkan karikatur yang menunjukkan seorang Yahudi Ortodoks tengah mendorong tokoh yang menggunakan surban dan kursi roda.

Karikatur tokoh di kursi roda ini dihiasi dengan tulisan, "Anda tidak boleh mengejek" dengan judul "Tidak Tersentuh 2", untuk mengacu pada film Prancis tentang orang kaya kulit putih dan asistennya yang berkulit hitam.

"Saya telah mengeluarkan perintah agar penjagaan keamanan khusus dilakukan di semua negara yang diperkirakan akan menimbulkan masalah," kata Fabius, Rabu.

Penerbitan karikatur ini terjadi di tengah merebaknnya unjuk rasa menentang film yang dianggap menghina Nabi Muhamad di Afrika utara, Asia, Timur Tengah dan Australia.

Di Tunisia, partai Islam berkuasa, Ennahda, mengutuk pemuatan karikatur tersebut dan menyebutnya dengan tindakan "agresi" terhadap Nabi. Namun seperti Nabil Elaraby, ia juga meminta Muslim untuk tidak terjebak dalam perangkap yang bertujuan untuk "menghancurkan semangat kebangkitan Arab dan mengubahnya menjadi konflik dengan Barat."

Kekhawatiran AS

Di permukiman warga di utara Paris, Sarcelles, satu orang luka ringan setelah dua lelaki bertopeng melempar peledak berdaya rendah melalui jendela sebuah supermarket yang menjual makanan halal. Polisi setempat mengatakan masih terlalu awal jika insiden itu dikaitkan dengan karikatur tersebut.

Para pemuka Muslim di Perancis - yang memiliki penduduk Islam terbesar di Eropa- menyerukan tenang.

Majalah Charlie Hebdo menerbitkan empat karikatur Nabi Muhammad, dan dua di antaranya menunjukkan nabi dalam keadaan telanjang.

Kantor majalah Charlie Hebdo di Paris diserang dengan bom molotov November lalu setelah menerbitkan karikatur nabi.

Pada tahun 2005, karikatur nabi yang diterbitkan di Denmark memicu protes di banyak negara dan menewaskan paling tidak 50 orang.

Sementara itu kementerian luar negeri Prancis mengeluarkan pernyataan resmi di situs web mereka dengan mengutip kalimat yang pernah diucapkan Perdana Menteri Jean-Marc Ayrault mengatakan "kebebasan berekspresi adalah salah satu prinsip dasar [Perancis]," sebagaimana sekularisme dan saling menghormati kepercayaan beragama.

"Dan inilah alasannya, mengapa, dalam konteks sekarang, perdana menteri ingin menyatakan ketidaksetujuannya terhadap ekses apa pun," kata pernyataan itu.

Namun juru bicara Gedung Putih Jay Carney menyatakan kekhawatiran atas keputusan pemuatan karikatur itu dan membandingkannya dengan reaksi keras akibat film amatir the Innocence of Muslims pekan lalu.

"Kita tahu bahwa gambar-gambar itu sangat menyinggung bagi banyak orang dan berpotensi memicu kerusuhan," kata dia.

"... Kami tidak mempertanyakan hak publikasi hal semacam ini, kami hanya menanyakan penilaian di belakang keputusan untuk mempublikasikannya."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.