Kompas.com - 20/09/2012, 00:52 WIB
EditorJodhi Yudono

MOSKWA, KOMPAS.com — Pengadilan Negeri Tverskoy Moskwa akan mempertimbangkan segera permohonan penuntut umum Moskwa untuk mengonfirmasi film Innocence of Muslims sebagai film ekstremis, yang telah menarik tanggapan luas di masyarakat, kata sekretaris pers pengadilan Murad Dalgarov, Selasa (18/9/2012). "Permohonan itu telah disampaikan kepada pengadilan pada 17 September," katanya.

Menurut prosedur pengadilan, pengadilan sebelumnya memiliki lima hari untuk melakukan dengar pendapat.

Seperti diketahui, film tentang Nabi Muhammad SAW ini disiarkan di layanan YouTube, dan beberapa negara Muslim, termasuk Libya, Mesir, Tunisia, dan Sudan, mengalami gelombang protes anti-Amerika.

Duta Besar AS dan tiga diplomatnya tewas di Konsulat AS Benghazi, Libya. Seorang wartawati Italia, Senin, mengatakan, film buatan AS yang anti-Islam itu melukai perasaan pengikut semua agama.

Dalam satu wawancara eksklusif dengan IRNA, Antonella Ricciardi mengatakan, film semacam itu ditujukan untuk mengobarkan konflik agama.

Film tersebut, kata wartawati itu, menghujat Nabi Muhammad SAW dan membuat marah umat Muslim di seluruh dunia.

Saat merujuk kepada peran pemimpin agama dalam masyarakat yang berbeda di dunia, penulis Italia tersebut menyerukan kepada lembaga-lembaga internasional agar memerangi ekstremisme dan membela kesucian agama.

Ia juga mengatakan, Pemerintah AS mesti bertanggung jawab untuk melakukan tindakan hukum terhadap pembuat film anti-Islam tersebut.

Ia berpendapat protes di seluruh dunia terhadap film anti-Islam itu sebagai reaksi yang beralasan.

Pada Senin, seorang tokoh agama di Pakistan mengutuk keras penayangan film anti-Islam tersebut dan menyatakan bahwa perbuatan itu memalukan dan telah menambah besar kebencian umat Muslim terhadap rezim Zionis dan AS.

Dalam percakapan dengan IRNA, Wakil Kepala Jamiat Ulama-e-Islam Pusat Maulana Gul Naseeb Khan menyeru Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) agar tampil dengan suara lantang dalam menentang film yang menghujat Nabi Muhammad SAW tersebut.

"OIC mesti mencerminkan perasaan umat Muslim, yang dilukai oleh film yang asusila tersebut," kata Naseeb Khan. (ANTARA/Itar-Tass/IRNA-OANA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.