Polisi Cari Provokator Kerusuhan di Depan Kedubes AS

Kompas.com - 18/09/2012, 19:36 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya telah melepas empat demonstran yang ditahan pasca kerusuhan di depan Kedubes Amerika Serikat pada Senin (17/9/2012) kemarin. Meski begitu, polisi tetap melakukan penyelidikan terkait bentrokan anarkis tersebut.

"Sampai saat ini masih diadakan penyidikan lewat rekaman. Dari situ bisa diketahui pihak yang mungkin melakukan provokasi sehingga terjadi kericuhan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (18/9/12), di Mapolda Metro Jaya.

Rikwanto juga mengingatkan bahwa kepolisian akan tetap mengawal setiap tindakan demonstrasi.

"Tindakan demo dan unjuk rasa diperbolehkan karena masuk dalam kebebasan berpendapat di muka umum, dan dilindungi undang-undang. Polisi akan mengawal, menjaga serta memfasilitasi agar demo berlangsung aman dan lancar, dan kalau ada anarkisme bisa dilakukan pembubaran paksa agar tidak jatuh korban," urainya.

Empat demonstran tersebut ditangkap menyusul terjadinya kericuhan saat ormas-ormas Islam yang tergabung di bawah Forum Umat Islam (FUI) melakukan longmarch di depan kedubes Amerika Serikat di Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Aksi longmarch itu dilakukan sebagai protes terhadap film Innocence of Muslims yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW.

 

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

    Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

    Internasional
    AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

    AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

    [POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

    Internasional
    Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

    Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

    Internasional
    Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

    Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

    Internasional
    Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

    Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

    Internasional
    Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

    Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

    Internasional
    Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

    Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

    Internasional
    Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

    Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

    Internasional
    Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

    Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

    Internasional
    Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

    Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

    Internasional
    Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

    Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

    Internasional
    Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

    Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

    Internasional
    Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

    Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X