Kompas.com - 18/09/2012, 16:52 WIB
|
EditorFarid Assifa

DENPASAR, KOMPAS.com — Kemacetan pulau dewata Bali dalam beberapa tahun terakhir semakin memburuk. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) memprediksi, kemacetan akan menjadi ancaman serius pariwisata Bali jika tidak segera teratasi.

"Jangan sampai Bali menyusul Jakarta, yang pergerakannya hanya 9-15 kilometer per jam," ujar Ketua MTI Danang Parikesit dalam diskusi mingguan di kantor Bali Tourism Board di Denpasar, Selasa (18/9/2012).

Kemacetan terparah di Bali justru terjadi di kawasan-kawasan wisata. Danar menilai kemacetan di kawasan wisata sudah melebihi kemacetan Jakarta karena warga dan wisatawan harus turun di tengah jalan dan berjalan kaki karena kendaraan sulit bergerak.

Salah satu penyebab utama kemacetan di Bali adalah pertumbuhan kendaraan bermotor yang tak terkendali. Organda wilayah Bali mencatat jumlah sepeda motor di Bali saat ini mencapai 2,2 juta unit dan mobil berjumlah 350.000 unit.

Dilihat dari jenisnya, jumlah sepeda motor mencapai 71,81 persen, diikuti mobil pribadi 19 persen, dan sisanya jenis kendaraan yang lain. Untuk mengatasi kemacetan ini, menurut Danang, tak hanya cukup dengan menambah jalan seperti pembangunan jalan tol Denpasar-Nusa Dua atau proyek underpass di kawasan simpang siur.

"Perlu tindakan yang integratif dengan memadukan rencana tata ruang dan sistem transportasi," ungkap Danang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.