Kompas.com - 17/09/2012, 15:11 WIB
EditorKistyarini

KAMPALA, KOMPAS.com - Pejabat angkatan bersenjata Sudan Selatan mengatakan personelnya menenggelamkan sebuah kapal yang mengangkut 170 tentaranya di Sungai Nil, setelah mengiranya kapal musuh. Insiden itu menewaskan setidaknya 10 tentara dan 50 orang lainnya hilang.

Juru bicara angkatan bersenjata Sudan Selatan Kolonel Philip Aguer mengatakan, Minggu (16/9/2012), tentaranya mengeluarkan tembakan setelah sebuah kapal militer tidak merespons panggilan berulang-ulang untuk berhenti. Sebagian besar dari 170 tentara dari kapal itu berhasil berenang ke tepi sungai, namun 50 tentara masih hilang.

Aguer mengatakan pemerintah Sudan Selatan melancarkan penyelidikan atas peristiwa itu, meskipun tetap menyebut insiden itu sebagai "kecelakaan".

Hubungan antara Sudan Selatan dengan Sudan diwarnai dengan ketegangan akibat ketidaksepakatan soal perbatasan dan pembagian hasil minyak bumi.

Tahun lalu, Sudan Selatan menjadi negara berdaulat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X