Kompas.com - 14/09/2012, 08:54 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

TUBAN, KOMPAS.com – Kemacetan dan lalu lintas Bali hanya satu dari enam masalah pariwisata di Bali. Berdasarkan penelitian dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan berbagai lembaga luar negeri di tahun 2011, ada enam masalah di bidang pariwisata yang dihadapi Bali.

“Setelah lalu lintas, masalah infrastruktur. Orang Bali merasa harus bersaing dengan turis dalam hal pemanfaatan infrastruktur,” ungkap Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Parekraf, I Gde Pitana, saat Konferensi Pembangunan Kepariwisataan Berkelanjutan, di Tuban, Bali, Kamis (13/9/2012).

Masalah lainnya adalah pelestarian sumber daya alam dan kelestarian budaya. Pitana mengungkapkan orang Bali mulai merasakan adanya masalah dalam hal pelestarian budaya.

“Kalau lihat dari luar, orang mengagumi Bali bahwa pariwisata menjaga budaya Bali. Tapi ini sangat bagus saat orang Bali merasa bahwa budaya Bali terancam kelestariannya,” tutur Pitana.

Selain itu, lanjut Pitana, masalah yang dihadapi dalam sektor pariwisata adalah ketersediaan air. Ia menuturkan pariwisata selalu disalahkan jika berhubungan dengan kekurangan air.

“Dari hotel bintang 3 sampai 5 di Bali, sekian juta meter kubik air itu hanya sekitar 2,8 persen dari penggunaan water supply di Bali,” jelas Pitana.

Sementara masalah keenam adalah tourism management atau manajemen pariwisata. Pitana mengatakan orang-orang sering mengatakan bahwa Bali selatan akan tenggelam, sedangkan Bali utara masih kosong.

Contohnya seperti Desa Pemuteran yang berada di Bali bagian barat. Dulunya desa tersebut merupakan daerah tandus dan masyarakatnya miskin. Namun, pariwisata bisa membuktikan bahwa pariwisata bisa merubah daerah tandus menjadi destinasi wisata yang mendunia.

“Dulu masyarakatnya penghancur terumbu karang, menjadi penanam terumbu karang. Mereka pengembon ikan menjadi pemelihara ikan,” lanjut Pitana.

Sayangnya, pembangunan di Bali selatan terlalu masif. Sebagai contoh, Pitana menuturkan bahwa ada rencana pembangunan hotel bujet dengan lahan hanya seluas 2.800 meter persegi untuk 300 kamar. “Konon katanya sudah mendapatkan izin,” katanya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.