Unjuk Rasa di Kairo Berlanjut

Kompas.com - 14/09/2012, 08:25 WIB
EditorEgidius Patnistik

KAIRO, KOMPAS.com - Ratusan pengunjuk rasa, Kamis (13/9), kembali mencoba masuk Kedutaan Besar Amerika Serikat di distrik Garden City, Kairo. Mereka melempari petugas keamanan yang mencoba menghadang dengan bom molotov dan batu. Petugas keamanan membalas dan melontarkan gas air mata untuk membubarkan demonstran.

Saling dorong dan lempar batu terjadi antara pengunjuk rasa dan petugas keamanan. Sedikitnya 20 demonstran dan 11 petugas luka-luka dalam bentrokan itu. Dua kendaraan petugas juga terbakar akibat lemparan bom molotov itu, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kairo.

Unjuk rasa dilakukan sebagai protes atas film yang dibuat di AS dan dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW. Tak hanya di Kairo, protes juga merambah ke sejumlah negara Arab, seperti Yaman, Tunisia, Maroko, Jalur Gaza di Palestina, dan Sudan.

Pengunjuk rasa di kota Sana’a, Yaman, mendobrak gedung Kedubes AS setelah berhasil menjebol pintu gerbang masuk gedung tersebut. Mereka kemudian membakar mobil yang diparkir di halaman dalam. Terjadi bentrokan dengan petugas keamanan yang melepas tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan pengunjuk rasa.


Dubes AS untuk Yaman dan keluarganya diberitakan telah dievakuasi dari rumah dinas ke sebuah hotel. Sejumlah pengunjuk rasa juga mencoba masuk rumah dinas Dubes AS untuk Yaman itu.

Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi menuduh kelompok yang mendobrak gedung Kedubes AS di Sana’a sebagai kelompok liar. Hadi juga meminta maaf atas peristiwa kekerasan di Kedubes AS di Sana’a itu kepada Presiden AS Barack Obama.

Adapun Presiden Mesir Muhammad Mursi dalam pidatonya yang disiarkan langsung televisi Mesir mengatakan menjamin kebebasan berpendapat dan berunjuk rasa serta menyampaikan sikap. Namun, Kairo menolak unjuk rasa yang menyerang orang, aset pribadi, atau kantor perwakilan asing. Mursi berjanji melindungi warga asing di Mesir, dan mengecam keras pembunuhan Dubes AS di Libya.

Mursi menyampaikan pidatonya setelah dihubungi Obama, yang meminta peningkatan penjagaan aparat keamanan Mesir kepada diplomat dan kantor Kedubes AS di Mesir.

Sebaliknya, untuk meredam kemarahan massa, Pemerintah Mesir meminta AS menindak pihak yang bertanggung jawab atas produksi film kontroversial itu. Mursi menginstruksikan Kedubes Mesir di Washington melakukan upaya hukum terhadap oknum yang memproduksi film kontroversial tersebut.

Jaksa penuntut umum Mesir, Abdel Majid Mahmud, menetapkan 10 nama yang diduga terlibat dalam produksi film kontroversial itu dalam daftar hitam, dan akan ditangkap jika masuk Mesir. Mereka adalah sembilan warga Mesir dan satu warga AS.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

    Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

    Internasional
    14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

    14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

    Internasional
    Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

    Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

    Internasional
    Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

    Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

    Internasional
    40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

    40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

    Internasional
    Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

    Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

    Internasional
    Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

    Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

    Internasional
    Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

    Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

    Internasional
    Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

    Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

    Internasional
    Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

    Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

    [POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

    Internasional
    Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

    Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

    Internasional
    Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

    Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

    Internasional
    22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

    22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

    Internasional
    WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

    WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X