Kompas.com - 13/09/2012, 14:16 WIB
|
EditorErvan Hardoko

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Pengadilan kejahatan perang Kamboja memerintahkan pembebasan Ieng Thirith, 'Ibu Negara' masa pemerintahan rezim Khmer Merah, Kamis (13/9/2012).

Pengadilan beralasan, Ieng Thirith yang berusia 80 tahun tak cukup sehat untuk mengikuti sidang pengadilan.

"Ketika tidak ada cukup kemungkinan untuk mengadili terdakwa di masa depan, pengadilan memutuskan untuk membebaskan terdakwa," demikian pernyataan resmi pengadilan kejahatan perang Kamboja.

Pengadilan menegaskan keputusan untuk membebaskan Ieng Thirith bukan karena terdakwa tidak bersalah atau karena pengadilan mencabut dakwaan.

Alasan utama adalah secara fisik Ieng Thirith memang tidak mungkin duduk di pengadilan dan mengikuti sidang yang berlangsung lama.

Ieng Thirith adalah satu dari sedikit orang dari masa rezim yang berkuasa pada 1975-1979 yang bisa dihadirkan ke depan pengadilan.

Rezim Pol Pot dianggap bertanggung jawab atas kematian sedikitnya dua juta orang warga Kamboja. Dan Ieng Thirith dianggap terlibat dalam kejahatan perang, genosida serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini tiga tokoh Khmer Merah lain yang juga sudah sangat tua, termasuk mantan Menlu Ieng Sary yang juga suami Ieng Thirith, tetap menjalani sidang.

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.