Kompas.com - 13/09/2012, 09:38 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com — Pemimpin dunia banyak yang mengecam serangan maut terhadap konsulat Amerika di Libya, tetapi sebagian dunia Arab lebih mengarahkan kecaman mereka terhadap film yang tampaknya memprovokasi kekerasan itu.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan tidak ada alasan pembenaran untuk serangan itu. Ia menyebut pembunuhan duta besar Amerika Christopher Stevens “mengejutkan”.

Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan serangan itu keji dan tidak bisa ditoleransi, sementara juru bicara Pemerintah Jerman mengatakan tidak seharusnya kekerasan digunakan sebagai bentuk debat politik.

Menteri luar negeri Rusia menganggap serangan terhadap para diplomat sebagai aksi teroris.

Namun, Perdana Menteri Mesir Hisham Qandil tidak menyebut Duta Besar Stevens, ia justru mengecam film itu sebagai penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Iran menuntut permintaan maaf dari Presiden Barack Obama kepada warga Muslim. Presiden Afganistan Hamid Karzai menyebut dirilisnya film itu sebagai aksi keji. Ia tidak berkomentar mengenai pembunuhan duta besar itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.