Kompas.com - 10/09/2012, 08:47 WIB
|
EditorErvan Hardoko

Namun, kondisi yang mulai membaik ini dikotori tindak korupsi dan akibatnya sudah mengakibatkan sejumlah kemunduran.

Beberapa kandidat presiden dan sejumlah tokoh Somalia mengkritik proses pemilihan presiden. Mereka mengatakan dengan sistem saat ini maka pemerintahan baru tak akan berbeda dengan pemerintahan lama.

Sejumlah sumber diplomatik mengatkan jutaan dollar Amerika dikucurkan untuk membayar anggota parlemen untuk memilih kembali presiden saat ini, Sheikh Sharif Ahmed.

Sumber itu mengatakan uang jutaan dollar Amerika itu datang dari para pebisnis Somalia di negara-negara Teluk. Beberapa dari mereka bahlan memiliki koneksi dengan para panglima perang untuk mempertahankan status quo.

Kantor kepresidenan Somalia sejauh ini tak bisa dihubungi untuk dimintai komentar soal tudingan penyuapan itu.

Namun, dalam banyak kesempatan Presiden Sheikh Ahmed selalu membantah berlaku curang untuk memenangkan pemilihan presiden Somalia.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.