ECOWAS Diminta Kirim Pasukan ke Mali Utara

Kompas.com - 07/09/2012, 05:16 WIB
Editor

abidjan, kamis - Pemerintah Mali mengajukan permohonan resmi untuk mendapatkan bantuan militer kepada blok ekonomi regional Afrika Barat. Militer diperlukan untuk memperkuat pasukan keamanan lokal membebaskan Mali utara dari cengkeraman pemberontak.

Baba Berthe, pejabat senior pemerintahan sementara Presiden Mali Diancounde Traore, mengungkapkan hal itu, Rabu (5/9), di Abidjan, Pantai Gading. Berthe berada di Abidjan untuk menyampaikan permintaan itu kepada Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara, Ketua Masyarakat Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS).

Mali menjadi semakin rapuh setelah pejuang suku Tuareg di Mali utara melakukan pemberontakan terhadap pemerintah pusat, Januari lalu. Utara semakin terkotak-kotak dan Mali pun terancam disintegrasi setelah militan garis keras Ansar Dine bersatu dengan Tuareg untuk memisahkan diri dari Bamako. Pemisahan ini terjadi tak lama setelah kudeta militer terhadap Presiden Amadou Toumani Toure, Maret lalu.

Sebelumnya, meski tuntutan pemisahan diri dari Bamako semakin kuat, Traore sempat menyampaikan sikap mereka untuk tidak meminta dukungan dari blok regional. Namun, ketika ancaman itu semakin nyata, pemerintahan sementara Traore memutuskan meminta dukungan militer dari negara-negara tetangga di Afrika Barat.

Menyikapi persoalan itu, Traore mengutus Berthe ke Abidjan untuk menemui Ouattara. ”Persoalan ini harus menjadi urusan lintas perbatasan. Presiden Traore mengirim saya ke sini untuk meminta dukungan ECOWAS,” kata Berthe.

Misi Berthe diharapkan akan direspons baik oleh blok regional. Ia juga berharap, ECOWAS bisa membawa masalah yang sama ke forum yang lebih luas, yakni organisasi Uni Afrika dan PBB.

Berthe mengungkapkan beberapa rincian tentang isi permintaan. Ia juga mengatakan, pemerintahan Mali akan melanjutkan negosiasi dengan Ansar Dine. Pakar militer Mali dan regional Afrika Barat akan memeriksa persyaratan misi untuk merebut kembali wilayah utara jika negosiasi dengan militan gagal.

Setelah bertemu Berthe, Ouattara membenarkan adanya permintaan Mali itu. Dikatakan, Mali memerlukan bantuan militer untuk mengamankan lembaga-lembaga pemerintahan transisi, reorganisasi militer dan pasukan keamanan, serta mengembalikan integritas teritorial. Namun, Bamako meminta detasemen penghubung, bukan pasukan bersenjata atau polisi.

Ouattara akan berkonsultasi lebih lanjut dengan pemimpin lain di Afrika Barat. ECOWAS pernah mengatakan, mereka akan mengirim 3.000 prajurit ke Mali untuk mendukung misi Bamako membebaskan wilayah utara dari Ansar Dine dan separatis Tuareg.

Dewan Keamanan PBB, Juni lalu, meminta Uni Afrika dan ECOWAS menjelaskan lebih lanjut resolusi seperti apa yang diinginkan terkait dengan misi ke Mali. (REUTERS/AFP/CAL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.