Lagi, Puluhan Imigran Gelap Diamankan

Kompas.com - 03/09/2012, 07:00 WIB
Editor

MALANG, KOMPAS - Kepolisian Resor Malang kembali mengamankan 21 imigran gelap asal Timur Tengah di pantai laut selatan di wilayah hukum Polsek Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Rombongan imigran itu hendak menyeberang ke wilayah Australia melalui Pantai Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Namun, saat petugas hendak mengamankan, sebagian dari mereka melarikan diri sehingga hanya 21 orang yang bisa ditemukan aparat kepolisian.

Menurut keterangan yang dihimpun, Minggu (2/9), upaya pelarian imigran yang umumnya berasal dari Afganistan itu berlangsung pada Sabtu. Sekitar pukul 05.00, saat mereka hendak berangkat, ternyata perahu bocor sehingga perahu diarahkan ke pantai dan terdampar di Sipelot.

Setelah perahu ke pantai, kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Decky Hermansyah, nakhoda kabur bersama sebagian imigran. Polisi mendapat informasi dari nelayan yang menolong dan laporan warga setempat.

Kedua puluh satu imigran itu, seorang di antaranya wanita, kemudian diangkut ke Kantor Imigrasi Kelas I Kota Malang. Para imigran semula berangkat dari Bogor dan sempat hendak berlayar dari Pantai Tulungagung, tetapi kemudian memindahkan keberangkatan dari pantai selatan Malang. Para imigran tampak tertib dan bekerja sama dengan petugas polisi dan imigrasi saat pendataan.

Pantai selatan Malang dan sejumlah pantai lain di Trenggalek dan Tulungagung beberapa kali menjadi lokasi percobaan pemberangkatan imigran gelap.

Di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, imigran gelap asal Sri Lanka juga terdampar di wilayah itu. Mereka menolak turun dari atas kapal. Komandan Kodim Mentawai Letkol (Kav) Josafath M Roberth Duka, Minggu, mengatakan, para imigran yang menolak turun merupakan penumpang yang diangkut dengan kapal kedua.

Seperti diwartakan sebelumnya, kapal kedua itu ditarik ke pelabuhan di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sabtu. Kapal kedua berisi 53 orang, menyusul 43 imigran gelap lain dalam kapal pertama yang sudah didaratkan di tempat sama pada Kamis.

Kedua kapal diketahui berasal dari Sri Lanka dengan tujuan Australia. Penumpang dalam kapal-kapal itu diselamatkan dari perairan Pulau Sibegeu, Desa Malakopak, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, setelah kehabisan bahan bakar dan stok makanan.

”Sampai detik ini penumpang kapal kedua tidak mau turun dari atas kapal. Mereka minta bahan bakar sebanyak 2 ton untuk kembali berlayar, tetapi tidak bisa begitu saja,” kata Josafath.

(INK/ODY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.