Kompas.com - 29/08/2012, 10:52 WIB
EditorKistyarini

NEW YORK, KOMPAS.com — Seorang mantan anggota pasukan elite Amerika Serikat Navy SEAL menulis buku tentang pengalamannya terlibat dalam operasi rahasia di Abbottabad, Pakistan, yang berakhir dengan tewasnya pendiri Al Qaeda, Osama bin Laden.

Penulis buku itu menggunakan nama Mark Owen, dan dia termasuk orang pertama yang mendobrak sebuah kamar di mana Osama berada pada malam itu. Dia juga menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kematian Osama.

Buku tentang penyergapan Osama itu diberi judul No Easy Day: The Firsthand Account of the Mission That Killed Osama Bin Laden.

Identitas asli Owen itu diungkap oleh Fox News, Kamis (23/8/2012). Menurut Fox News, Owen bernama asli Mark Bissonnette, berasal dari Wrangell, Alaska. Lelaki 36 tahun itu menjadi komandan di Team 6 Navy SEAL sebelum pensiun.

Dengan pengungkapan itu, Owen mendapat ancaman dari dua pihak. Di satu sisi militer AS membidiknya dengan dakwaan kriminal jika dia mengungkap informasi sensitif yang bisa membahayakan keselamatan rekan-rekan kerjanya.

"Kami akan mengejar setiap opsi yang ada untuk menuntut orang-orang yang bertanggung jawab, termasuk tuntutan kriminal jika memang perlu," kata Laksamana Bill McRaven, Kepala Komando Operasi Khusus AS, seperti dikutip Reuters, Sabtu (25/8/2012).

"Sebagai anggota ataupun mantan anggota komunitas operasi khusus kami, para penulis (buku No Easy Day) memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menyerahkan karya mereka sebelum diterbitkan untuk tujuan kajian keamanan," lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, keselamatan Owen juga mendapat ancaman dari kelompok Al Qaeda. Pada Jumat (24/8/2012), forum online yang didukung Al Qaeda memasang foto dan nama asli Owen dan menyebutnya "anjing yang membunuh martir Sheikh Osama bin Laden".

Para pejabat militer AS mengatakan, Owen bisa menghadapi penyelidikan karena dia tidak menyerahkan buku itu kepada Departemen Pertahanan sebelum diterbitkan. Prosedur itu seharusnya dilakukan meskipun buku itu tidak mengungkap informasi yang dirahasiakan.

Cetak pertama 575.000 eksemplar

Sedianya buku itu diterbitkan pada 11 September 2012, bertepatan dengan peringatan Serangan 11 September. Namun, peluncurannya dimajukan menjadi 4 September mendatang, meskipun sebenarnya buku itu sudah menjadi yang terlaris di Amazon.com.

Penerbit Dutton mengumumkan, Selasa (28/8/2012), dimajukannya tanggal peluncuran itu untuk merespons "minat luar biasa" dari masyarakat. Cetak pertama buku itu yang semua direncanakan sebanyak 300.000 eksemplar kemudian menjadi 575.000 eksemplar.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri tengah mengkaji buku itu untuk melihat apakah ada informasi sensitif yang bocor dalam buku tersebut. Owen, dalam pernyataannya mengatakan, dia bertekad tidak akan membahayakan keamanan nasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.