Kompas.com - 29/08/2012, 05:50 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

IRAK, KOMPAS.com — Setidaknya sembilan tentara Irak termasuk seorang kolonel tewas setelah para gerilyawan menembakkan roket ke konvoi tentara di utara Baghdad dan sejumlah pria bersenjata menyerang pos pemeriksaan tentara dalam gelombang serangan terhadap pasukan keamanan, Selasa (28/8/2012).
    
Pemberontakan di Irak telah surut sejak puncak perang empat tahun yang lalu, tetapi gerilyawan terus melancarkan aksinya terkait dengan Al Qaeda dan Muslim Sunni memukul Syiah dan pasukan keamanan dalam upaya melemahkan pimpinan Syiah yang memerintah negara itu.
    
Helikopter militer menembaki puluhan orang bersenjata yang menyerang pos pemeriksaan di sepanjang jalur utama utara Baghdad, kata para pejabat polisi dan tentara.
    
"Puluhan orang bersenjata menyerang pos-pos pemeriksaan militer dan polisi, dan helikopter tentara melepaskan tembakan-tembakan dengan senapan mesin pada lokasi mereka," kata seorang petugas polisi, Saif Ali, melalui telepon, dekat lokasi dari salah satu serangan.
    
Dua tentara lainnya tewas oleh orang-orang bersenjata yang menggunakan senjata redam di utara ibu kota, kata polisi.
    
Pria-pria bersenjata dalam empat kendaraan menyerang konvoi kolonel di luar ibu kota, sebelum memukul mobilnya dengan roket-granat dan senjata mesin berat, membunuh dia dan enam tentara lainnya, kata para pejabat.
    
Delapan bulan setelah tentara AS terakhir meninggalkan Irak, afiliasi Al Qaeda telah bersumpah untuk menghidupkan kembali serangan-serangan terhadap Irak Syiah dalam upaya memicu kekerasan sektarian yang luas, yang membawa negara ke tepi perang saudara empat tahun lalu.
    
Pemberontak juga sering menargetkan polisi lokal dan tentara untuk menunjukkan pihak berwenang tidak mampu melindungi warga Irak, sembilan tahun setelah jatuhnya diktator Sunni, Saddam Hussein.
    
Sementara kekerasan telah menurun tajam, gerilyawan melaksanakan setidaknya satu serangan besar. Para ahli keamanan mengatakan, gerilyawan Sunni Irak telah dibuat berani oleh revolusi yang dipimpin Sunni di tetangga Suriah.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.