Korban Tewas Ledakan Kilang Jadi 39 Orang

Kompas.com - 26/08/2012, 11:11 WIB
EditorKistyarini

PARAGUANA, KOMPAS.com - Ledakan yang mengguncang kilang terbesar di Venezuela, Sabtu (25/8), menewaskan sedikitnya 39 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Kecelakaan terburuk pada industri minyak negara OPEC itu menyebabkan dihentikannya kegiatan di kilang minyak itu.

Kepada Reuters, Menteri Energi Veneuzela Rafael Ramirez mengatakan tak ada unit produksi di kilang Amuay yang terpengaruh dan tak ada rencana menghentikan ekspor, tanda bahwa kecelakaan tersebut tampaknya berdampak kecil pada harga bahan bakar.

Gambar yang diambil tak lama setelah ledakan sebelum fajar itu memperlihatkan kendaraan ringsek, pagar ambruk dan tangki raksasa penyimpanan tertekuk dan mengekerut sementara lidah api menjilat ke udara.

Satu bangunan Pengawal Nasional di daerah tersebut terguncang dan beberapa pejabat mengatakan seorang anak yang berusia 10 tahun termasuk di antara korban tewas.

Kebocoran gas mengakibatkan ledakan itu dan kebanyakan korban tewas adalah prajurit Pengawal Nasional yang menjaga instalasi dengan produksi 645.000 barel per hari (bpd) tersebut, kata Ramirez sebagaimana dikutip Reuters. Ia menambahkan kebakaran itu bisa dikendalikan.

"Tak ada barak Pengawal Nasional di dekat tempat ledakan ...," kata Ramirez dalam wawancara eksklusif melalui telepon dengan Reuters. Ditambahkannya, produksi dapat dilanjutkan di Amuay selambatnya dua hari.

"Kami perlu mendorong produksi di instalasi lain dan mencari tempat penyimpanan mengapung di dekat kompleks itu," katanya.

Kecelakaan tersebut terjadi setelah beberapa pemadaman listrik dan kecelakaan yang berulangkali terjadi selama dasawarsa terakhir di seluruh instalasi yang dikelola perusahaan minyak negara, PDVSA, yang membatasi hasil dan menahan rencana pengembangan.

Sebagian operasi di instalasi Amuay dihentikan setidaknya dua kali pada tahun ini, akibat kebakaran kecil dan kegagalan satu unit pendingin.

Masalah-masalah itu memanaskan tuduhan soal manajeman buruk oleh pemerintah Presiden Hugo Chavez.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X