Kompas.com - 21/08/2012, 08:39 WIB
|
EditorRusdi Amral

SEOUL, KOMPAS.com — Militer AS dan Korsel telah memulai latihan militer gabungan besar-besaran. Korut pun geger dan langsung mengancam akan memperkuat penangkal nuklirnya, serta menyiapkan pasukannya untuk menyikapi adanya ancaman.

Seperti dirilis AFP, Selasa (21/8/2012) pagi, lebih dari 30.000 tentara AS, kebanyakan dari pangkalan di Korsel, terlibat dalam latihan itu. Jumlah itu ditambah dengan sekitar 3.000 tentara AS dari luar. Kementerian Pertahanan Korsel tak menjelaskan berapa tentaranya yang terlibat.

Kantor berita Yonhap mengatakan, ada 56.000 prajurit negerinya diterjunkan dalam latihan gabungan yang diberi nama Ulchi Freedom Guardian itu. Latihan dimulai hari Senin dan akan berakhir pada 31 Agustus. Washington dan Seoul mengatakan, latihan itu untuk pertahanan, tetapi Pyongyang mengatakan hal itu sebagai persiapan untuk menyerang nuklirnya dan bersumpah akan memperkuat nuklirnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.