Masuk Suriah ala Informan

Kompas.com - 21/08/2012, 01:46 WIB
Editor

Yusuf menghentikan mobil dan meminta kami turun. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri bukit bebatuan itu. Di tempat tersebut sudah terlihat beberapa warga Suriah yang tampaknya menggunakan jalur itu untuk keluar masuk Suriah-Turki.

Menerobos

Pagar kawat berduri yang menjadi batas kedua negara sudah jebol dan kami menerobos lewat sela-sela kawat berduri itu. Hanya dalam hitungan detik, kami sudah berada di wilayah Suriah. Saat itu sekitar pukul 15.00 dan kami naik mobil pikap, yang kebetulan berada di sisi Suriah, mengantar warga Suriah yang saat itu akan menyeberang ke Turki.

”Ini namanya jalan gelap. Ada puluhan jalan ilegal seperti ini di perbatasan Suriah dan Turki. Jalan ilegal ini marak setelah berkobar revolusi Suriah. Pemerintah Turki mengetahui jalur ilegal itu, tetapi membiarkannya. Ini jalan ilegal yang semi- dilegalkan oleh Pemerintah Turki,” kata Yusuf sambil tertawa.

Menurut Yusuf, sekitar 80 persen arus lalu lintas manusia dan barang antara Suriah dan Turki kini melalui jalan ilegal.

Saat Yusuf bercerita, pikap itu melaju melewati kebun zaitun yang rindang, melewati jalan tanah liat selebar 3 meter. Sekitar 10 menit kemudian, mobil mulai masuk ke jalan beraspal yang juga sempit. Tak berapa lama terlihat permukiman dan bangunan di sebuah kota kecil. ”Itu kota Atma mulai terlihat,” kata Yusuf.

Tak lama mobil yang kami tumpangi masuk ke kota Atma yang terletak di atas perbukitan. Kota ini berjarak hanya sekitar 7 kilometer dari perbatasan dengan Turki. Di Indonesia, Atma tak lebih seperti kota kecamatan. Jumlah penduduk kota ini semula hanya sekitar 5.000 jiwa. Namun, seiring dengan banyaknya pengungsi dari kota-kota lain di Suriah yang transit di kota itu, kini penduduknya mencapai lebih dari 15.000 jiwa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kami kemudian menuju bekas kantor polisi yang sekarang dijadikan kantor dewan revolusi kota Atma.

Kepala kantor dewan revolusi yang bernama Abu Mustafa (45) menyambut kami dengan sapaan Ahlan wasahlan fi Suriah (Selamat datang di Suriah).

Di tengah perbincangan, tak terasa matahari mulai terbenam dan tiba saat berbuka puasa. Kami berbuka puasa seadanya dengan air, kurma, dan roti gandum.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.