Kompas.com - 20/08/2012, 13:06 WIB
EditorKistyarini

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Fitri yang penuh suka cita tidak dirasakan oleh sebagian besar rakyat Suriah. Mereka terus dibayangi ketakutan karena pertempuran antara tentara pemerintah Presiden Bashar al-Assad dengan pasukan pemberontak tidak juga berhenti.

Di Aleppo, kota terbesar kedua setelah ibukota Damaskus, makanan menjadi barang yang langka, setelah selama beberapa pekan kota itu menjadi medan pertempuran sengit antara kedua pihak. Untuk mendapatkan makanan, mereka harus mengantre di toko-toko roti yang jumlahnya tidak banyak sebab banyak tempat usaha yang tutup akibat pertempuran.

Persenjataan berat dan serangan udara militer Suriah telah menghancurkan sebagian besar bangunan di kota itu. Banyak warga yang memilih mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman. Yang memilih bertahan, harus rela hidup dalam ketakutan sewaktu-waktu pertempuran pecah di sekitar tempat perlindungan mereka.

Pada Sabtu (18/8/2012) atau hari terakhir Bulan Ramadhan, helikopter-helikopter pemerintah menjatuhkan selebaran di kota itu. Isinya, desakan agar warga Aleppo tidak menampung tentara pemberontak serta peringatan pada Pasukan Pembebasan Suriah bahwa inilah kesempatan terakhir mereka untuk menyerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X