Kompas.com - 20/08/2012, 07:31 WIB
EditorKistyarini

"Sedih juga sih biasa ngumpul di rumah mama di Jakarta," ujar Petty yang berada di London menemani putri yang baru melahirkan.

Sementara Endang Scanlon, ibu dua anak yang berangkat dewasa dan lama tinggal di London, mengatakan bahwa senang hari raya Idul Fitri jatuh hari Minggu.

"Kalau hari kerja saya enggak bisa shalat," ujar Endang yang lama menetap di daerah London Tenggara.

Menurut Endang, pertama kali tinggal di London suka kangen dengan makanan Indonesia, tetapi sekarang sudah banyak dan mudah ditemui, ujar ibu muda yang masih sering mudik, tetapi tahun ini bahagia bisa melaksanakan shalat bersama-sama umat muslim Indonesia.

Sementara itu, Rifai yang bekerja di Hotel Four Seasons Hampshire selama lebih dari enam tahun mengakui, Lebaran di Inggris memang berbeda dari Tanah Air.

Rifai yang bersama rekannya Arman khusus minta libur untuk bisa melaksanakan shalat Idul Fitri bersama masyarakat Indonesia mengakui, shalat bersama umat muslim Indonesia bisa menjadi obat kangen.

"Pas kumpul sama warga Indonesia habis shalat Idul Fitri bisa mengobati kangen dengan suasana Lebaran," ujar Rifai asal Betawi.

Lebaran di London juga diwarnai dengan adanya keripik balado yang dibawa oleh Dewi. "Saya dapat kiriman dari Ibu Rusdi," ujar Dewi, demikian Tjahjati Dewi Mukti biasa disapa.

Seusai shalat Idul Fitri yang diadakan di KBRI London, umat muslim yang datang dari berbagai daerah di Inggris bersilaturahim dengan Dubes dan Ibu Lastry Thayeb serta keluarga diplomat dan masyarakat Indonesia dari berbagai profesi. Bahkan Atase Pendidikan TA Fauzi Soelaiman mengadakan open house bagi masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Inggris.

KBRI London menyediakan makanan kecil untuk semua orang yang hadir dan dibagikan seusai shalat Idul Fitri, berupa lemper, risoles, pastel, lapis legit, serta sebotol air putih oleh staf lokal KBRI London. Ada 500 kotak serta air putih.

"Kami menyediakan sebanyak 500 kotak untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat usai shalat," ujar Dewi, staf Atase Pendidikan KBRI London.

Sementara itu, Memet P Hasan dari Indonesia Islamic Centre (IIC) London mengatakan bahwa umat muslim Indonesia di London makin berkembang dan jumlahnya terus bertambah.

"Kami masih mencari dana bagi pembangunan IIC yang saat ini baru mempunyai rumah sederhana di Colidale yang kurang memadai untuk menampung umat muslim di London. Saya harapkan ada pengusaha yang tergerak untuk menyumbangkan dana membangun masjid yang dapat digunakan untuk tempat beribadah," ujar Memet P Hasan.

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X