Kompas.com - 15/08/2012, 04:05 WIB
EditorEgidius Patnistik

CALIFORNIA, KOMPAS.com — Seorang mantan pekerja restoran di Disneyland menuntut Walt Disney Co, Senin (14/8), karena pelecehan dan diskriminasi agama, dengan mengatakan bahwa ia dipecat karena ingin memakai jilbab saat bekerja.

Imane Boudlal (28), seorang Muslim, bekerja sebagai pelayan di Storytellers Cafe, restoran di Grand California Hotel & Spa di lingkungan Disneyland di Anaheim, California, menurut data di pengadilan federal.

Setelah bekerja selama dua tahun, Boudlal meminta izin memakai jilbab saat bekerja. Boudlal mengatakan, ia menawarkan perusahaan bahwa dirinya memakai jilbab dengan warna yang senada seragam bekerja atau yang memiliki logo Disney.

Di dalam berkas tuntutannya, para manajer Disney disebutkan menolak permintaan tersebut, dengan mengatakan hal itu melanggar kebijakan perusahaan mengenai penampilan para pegawai saat bekerja. Menurut pernyataan dalam berkas tuntutan, hal itu termasuk dalam kebijakan perusahaan mengenai larangan memperlihatkan tato dan kuku tangan yang melebihi seperempat inci.

Boudlal mengatakan bahwa ia diberi pilihan untuk bekerja di kantor belakang dan tidak berhubungan dengan pelanggan, atau memakai topi fedora di atas jilbabnya. Saat Boudlal menolak, ia dipecat.

Boudlal, seorang warga negara AS yang lahir di Maroko, mengatakan bahwa ia juga menjadi sasaran cemoohan anti-Arab dan anti-Muslim, termasuk mendapat panggilan "teroris" dan "unta" dari para kolega dan atasan. Menurutnya, ia telah melaporkan peristiwa-peristiwa tersebut kepada para manajer, tetapi mereka tidak pernah mengambil tindakan.

"Disneyland menyebut dirinya tempat paling menyenangkan di Bumi. Namun, saya menghadapi pelecehan dari saat saya mulai bekerja," ujar Boudlal dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Serikat Kemerdekaan Sipil Amerika di California Selatan. "Situasi bertambah buruk saat saya memutuskan memakai jilbab."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihak Disney mengatakan bahwa mereka menawarkan beberapa opsi kostum yang dapat mengakomodasi agama Boudlal, termasuk empat jabatan berbeda yang memungkinkan ia dapat memakai jilbab.

"Walt Disney Parks and Resorts memiliki sejarah mengakomodasi permintaan berdasarkan agama pekerja dari semua keyakinan," ujar juru bicara Disneyland Resort, Suzi Brown, dalam pernyataan tertulis. "Sayangnya, (Boudlal) menolak semua upaya kami dan sejak itu menolak kembali bekerja," ujar Brown.

Tuntutan Boudlal meminta tindakan hukum atas kerugian yang ia derita dan perintah bahwa Disney tidak boleh melarang pekerjanya memakai jilbab. Ia juga meminta Disney diperintahkan untuk mengadakan pelatihan anti-pelecehan untuk para pegawai mengenai isu-isu terkait Muslim.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.