Kompas.com - 13/08/2012, 07:49 WIB
EditorKistyarini

AL-ARISH, KOMPAS.com — Tentara Mesir menewaskan lima gerilyawan fanatik setelah menyerbu tempat persembunyian mereka di dekat perbatasan dengan Israel, Minggu (12/8/2012), aksi paling akhir dalam operasi militer guna menegakkan kembali wewenang pusat di wilayah itu.

Beberapa sumber keamanan dan saksi mata mengatakan, tentara melacak gerilyawan di permukiman al-Ghoura, sekitar 15 kilometer dari perbatasan, saat mereka mencari gerilyawan fanatik yang menewaskan 16 penjaga perbatasan Mesir dan berusaha menyusup ke Israel satu pekan sebelumnya.

Bentrokan paling akhir tersebut adalah bagian dari pembersihan keamanan yang dimulai pada Rabu (8/8/2012) di wilayah itu, sejak perang 1973 Mesir dengan Israel. Tak satu pihak pun mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan penjaga perbatasan Mesir itu.

Itu adalah cobaan pertama bagi Presiden Mohamed Moursi—tokoh Islam moderat yang terpilih pada Juni setelah tergulingnya Presiden Hosni Mubarak tahun lalu—untuk membuktikan bahwa ia dapat mengendalikan gerilyawan yang tindakannya di perbatasan mengkhawatirkan Israel.

Di dalam pidato pada Minggu, Moursi berjanji akan memulihkan ketenangan.

"Saya takkan bisa tidur pada malam hari dengan tenang, sampai warga Sinai merasa tenang dan nyaman berada di dalam rumah mereka," kata Moursi, sebagaimana dikutip Reuters. "Kami akan terus bertindak dengan semua kekuatan. Kami memiliki apa yang diperlukan guna mengakhiri sisa penjahat."

Pasukan keamanan menyatakan lima orang telah tewas—tiga akibat luka tembak dan dua lagi, yang tubuh mereka terbakar, telah ditemukan di satu gubuk yang hangus terbakar.

"Rakyat di daerah tersebut memberi informasi bahwa ada sekelompok orang yang tak dikenal tinggal di satu gubuk sementara. Daerah itu segera diserbu. Kelompok tersebut melepaskan tembakan dan polisi balas menembak," kata satu sumber polisi.

Seorang perwira senior polisi sebelumnya mengatakan, enam orang telah tewas.

Selain kelima orang yang tewas tersebut, seorang gerilyawan menderita luka parah dan dibawa ke rumah sakit di Al-Arish, utara Sinai.

Menurut beberapa sumber polisi yang tak ingin menyebutkan nama mereka sebab mereka tak berwenang untuk berbicara kepada media, tentara telah menemukan senjata api, peluncur roket, satu truk, dan satu sepeda motor di lokasi kejadian.

Seorang perwira mengatakan, di antara kelima orang yang tewas, satu adalah orang Palestina, tetapi laporan itu tak bisa dikonfirmasi secara independen.

Seorang warga di al-Ghoura memberitahu Reuters bahwa ia telah melihat dua jasad tanpa nyawa. Kedunya bukan berasal dari daerah tersebut.

"Mereka melawan dengan sengit," kata warga itu melalui telepon setelah bentrokan. "Mereka menembakkan granat berpeluncur roket ke arah tentara."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.