Mursi Pecat Pejabat Keamanan

Kompas.com - 10/08/2012, 02:55 WIB
Editor

Kairo, Kompas - Kekuatan politik Mesir, Kamis (9/8), menggelar unjuk rasa di depan istana presiden Al Itihadiyah, Kairo. Mereka mendukung keputusan Presiden Mesir Muhammad Mursi, sehari sebelumnya, yang memecat sejumlah pejabat tinggi terkait serangan di Semenanjung Sinai.

Wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kairo, Mesir, melaporkan, pejabat tinggi yang dipecat adalah Kepala Intelijen Murad Muwafi, Gubernur Sinai Utara Abdul Wahab Mabruk, Kepala Keamanan Sinai Utara Jenderal Soleh Al Misri, dan Kepala Pengawal Republik Jenderal Najib Abdul Salam. Dalam serangan itu, 16 pasukan penjaga perbatasan Mesir tewas.

Di Sinai, militer terus melancarkan operasi pembersihan pada sasaran yang diduga sarang jaringan teroris di antara kota El Arish dan perbatasan Mesir-Jalur Gaza sepanjang 40 kilometer. Militer Mesir dan kelompok militan bersenjata, Rabu malam, kembali terlibat bentrokan. Kelompok militan menyerang pos polisi di El Arish dan beberapa pembangkit listrik, yang menyebabkan kota itu gelap gulita.

Operasi militer yang dimulai sejak Rabu dini hari telah menewaskan 25 anggota militan dan dua tentara Mesir. Operasi ini didukung pasukan tambahan dari divisi II yang bermarkas di Ismailia.

Perburuan teroris juga mulai merambah kota-kota sepanjang Terusan Suez dan Laut Merah. Aparat keamanan menggeledah sejumlah hotel dan rumah sewa di Suez dan kawasan wisata Ain Sokhna di tepi Laut Merah untuk mencari pendatang ilegal.

Ganti pejabat

Mursi menunjuk Jenderal Muhamad Raafat Abdul Wahid Shahata sebagai pejabat sementara kepala intelijen, dan Jenderal Muhammad Ahmed Zaki sebagai komandan pengawal republik. Mursi juga meminta Menteri Pertahanan Hussein Tantawi segera menunjuk komandan polisi militer baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pergantian juga dilakukan di jajaran eselon I Kementerian Dalam Negeri yang membawahi keamanan pusat dan keamanan kota Kairo. Juru bicara kepresidenan, Yasser Ali, mengatakan, Mursi mengganti pejabat tinggi bidang keamanan setelah sidang Dewan Pertahanan Nasional membahas dampak serangan di Sinai.

Mursi juga menunjuk Dubes Rifaat Tahtawi sebagai kepala kantor kepresidenan. Jabatan tersebut kini pertama kali dijabat oleh pejabat nonmiliter.

Menurut kantor berita Mesir MENA, mantan kepala intelijen Murad Muwafi dipecat karena pernyataannya mengundang kontroversi. Menurut Muwafi, intelijen Mesir telah mendapat informasi kuat soal ancaman serangan di Semenanjung Sinai sebelum terjadi. Informasi itu sudah disampaikan kepada pihak terkait. Muwafi berdalih, dinas intelijen hanya bertugas mengumpulkan dan menganalisis informasi, bukan pencegahan di lapangan.

Banyak pihak menyambut positif Gebrakan Mursi mengganti para petinggi urusan keamanan. Pejabat Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yang berkuasa, Essam Eriyan, memuji keputusan Mursi. Menurut dia, keputusan Mursi menunjukkan bahwa presiden tidak mau kompromi soal keamanan nasional.

Pendiri Gerakan Pemuda 6 April, Ahmed Maher, menyebut, keputusan Mursi tepat meski terlambat. Menurut dia, rakyat Mesir menunggu keputusan pembersihan dari presiden terhadap para pejabat militer ataupun sipil yang gagal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.