Kompas.com - 09/08/2012, 20:22 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

MOSKWA, KOMPAS.com — Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin menjuluki Madonna, penyanyi terkenal asal AS, sebagai seorang mantan pramuria (former whore).

Ini dia utarakan lewat pesan di akun Twitter milik Wakil PM itu, Kamis (9/8/2012) waktu Moskwa.

Pesan itu bertujuan menjawab seruan Madonna, yang meminta pembebasan dari penjara kelompok "punky" bernama Pussy Riot, yang kini dipenjarakan.

Pussy Riot adalah satu kelompok pengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin karena dianggap bertangan besi. Madonna sedang melakukan konser di Moskwa saat menyampaikan seruan itu.

"Setiap mantan pramuria cenderung menguliahi siapa saja soal moral, seiring dengan bertambahnya usia. Ini biasa dilakukan saat berlangsungnya konser di luar negeri," demikian kalimat sarkas Wakil PM itu.

Saat melakukan konser Selasa (7/8/2012) malam, Madonna mengatakan bahwa dia bermimpi tentang sebuah dunia di mana setiap orang bebas berekspresi.

Sembari mengenakan bra berwarna hitam, Madonna meminta otoritas Rusia membebaskan Pussy Riot, kelompok band perempuan, yang mengkritik Putin pada Februari lalu. (AP)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.