China Protes Keras AS

Kompas.com - 06/08/2012, 02:21 WIB
Editor

BEIJING, MINGGU - Pemerintah China memanggil Duta Besar Amerika Serikat di Beijing untuk mengajukan protes keras negara itu atas pernyataan Departemen Luar Negeri AS terkait perkembangan situasi di wilayah sengketa Laut China Selatan.

Pemanggilan dilakukan Asisten Menlu China Zhang Kunsheng terhadap Wakil Dubes AS Robert Wang, seperti disampaikan dalam siaran pers Kemlu China, Sabtu (4/8).

Jumat pekan lalu, Deplu AS mengeluarkan komentar terkait pembangunan markas garnisun militer China di kota Sansha, di Pulau Woody atau Pulau Yongxing menurut China.

Pulau seluas sekitar 13 kilometer persegi itu berada di Kepulauan Paracel, yang dipersengketakan oleh China, Taiwan, dan Vietnam.

Dalam komentarnya itu, AS menyebut keberadaan garnisun militer China bisa menjadi sesuatu yang berlawanan dengan hasil-hasil diplomasi kolaboratif selama ini.

Selain itu, langkah China juga disebut berisiko meningkatkan ketegangan di kawasan sengketa tersebut.

Saat ini, perairan Laut China Selatan dipandang sebagai kawasan rawan konflik militer, yang bakal melibatkan seluruh negara pengklaim (claimant states), termasuk sebagian anggota ASEAN.

Zhang mengecam pernyataan AS itu sebagai sebuah pengabaian terhadap berbagai fakta yang ada, pengacauan terhadap apa yang benar dan salah, serta berdampak mengirim sinyal salah, dan sama sekali tidak membantu upaya menjaga stabilitas dan perdamaian di perairan itu dan juga kawasan Asia Pasifik.

”China menyatakan ketidakpuasannya dan juga penentangannya. Selain itu, China juga mendesak AS segera memperbaiki kesalahannya, menghormati kedaulatan dan integritas kawasan China, serta berupaya lebih keras mendukung stabilitas dan kemakmuran di Asia Pasifik,” tambah Zhang.

Sementara itu, di Hanoi, Vietnam, pihak kepolisian membubarkan unjuk rasa anti-China dan menangkap 40 demonstran, Minggu (5/8).

Oleh polisi, demonstran digiring ke sebuah bus yang akan membawa mereka ke pusat rehabilitasi. Pusat rehabilitasi itu biasa dipakai untuk menahan pekerja seks komersial serta pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang.(AFP/REUTERS/DWA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.