Kompas.com - 04/08/2012, 11:23 WIB
Penulis Kistyarini
|
EditorKistyarini

Sidang Majelis Umum kemarin diwarnai berbagai tuduhan terkait kegagalan misi Annan.

Resolusi itu mendukung "tuntutan Annan bahwa langkah pertama untuk menghentikan kekerasan harus diambil oleh pemerintah Suriah."

Resolusi tersebut mengecam serangan terhadap anak-anak oleh pemerintah, aparat intelijen militer, serta milisi Suriah dan mengecam meningkatnya penggunaan senjata berat oleh militer.

Menanggapi resolusi itu, Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Ja'afari menyebut sponsor utama resolusi itu - Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain - sebagai "oligarki yang zalim".

"Rancangan resolusi itu tidak akan berdampak apapun. Itu hanya sepotong drama," katanya kepada wartawan usai pemungutan suara.

Sementara itu Wakil Dubes Iran Eshagh Alehabib menilai resolusi itu "sepihak."

Sehari sebelumnya, Kamis (3/8/2012), Dubes Rusia Vitaly Churkin menegaskan, dia tidak bisa mendukung resolusi Majelis Umum yang "sangat tidak berimbang dan sepihak." Katanya, negara-negara yang mendukung resolusi itu memasok kelompok-kelompok oposisi dengan senjata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.