Kompas.com - 01/08/2012, 13:34 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com - Al Qaeda berada "di jalur kemunduran" setelah banyak pemimpin tertingginya tewas. Namun kelompok-kelompok afiliasinya menjadi ancaman yang terus meningkat di sejumlah daerah yang bergejolak. Demikian peringatan Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah laporan terbaru.

Dalam laporan yang bertajuk Country Reports on Terrorism 2011, seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (1/8), departemen itu menyebut Iran sebagai "sponsor terkemuka aktivitas teroris di dunia" yang menyediakan dana dan dukungan "bagi kelompok-kelompok teroris dan militan di seluruh Timur Tengah". Iran dan Al Qaeda membantu dalam memicu kerusuhan dengan menyebarkan "ideologi kekerasan dan reorika kepada para ekstremis" di sejumlah wilayah dunia yang paling bergolak, kata laporan itu.

Laporan itu memuji pembunuhan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, dalam serangan pasukan komando AS di sebuah kompleks di Pakistan pada Mei 2011. Laporan itu menyebutkan, dia (Osama) telah "terlibat dalam mengarahkan operasi (kelompok) itu dan mengatur strategi". "Hilangnya Bin Laden dan para operator utama lainnya telah menempatkan jaringan itu di jalur kemunduran yang akan sulit untuk bangkit lagi."

Namun, walau kelompok inti Al Qaeda mungkin telah melemah, "kami telah melihat munculnya kelompok-kelompok afiliasinya di seluruh dunia." Al-Qaeda di Semenanjung Arab merupakan "sebuah ancaman sangat serius" yang telah meraih wilayah di Yaman selatan, dan "telah mengeksploitasi kerusuhan di negara itu untuk melanjutkan sejumlah rencana melawan kepentingan kawasan dan Barat", kata laporan itu.

Cabang Al Qaeda di Afrika Utara, yang dikenal sebagai AQIM, "secara historis merupakan afiliasi yang  paling lemah. Kelompok itu menyaksikan pundi-pundinya diisi uang hasil tebusan dari sejumlah kasus penculikan pada 2011, sebuah  praktek yang ditiru kelompok-kelompok teroris lainnya dalam mencari keuntungan yang cukup besar".

Sejumlah kelompok afiliasi Al Qaeda juga terdapat di Irak. Mereka memanfaatkan penarikan pasukan AS dari sana, meskipun baru-bari ini kehilangan kepemimpinan. Al Qaeda cabang Irak "ulet" dan "diyakini memperluas jangkauannya ke Suriah dan berusaha untuk mengeksploitasi pemberontakan rakyat negara itu dalam melawan kediktatoran Bashar al-Assad".

Laporan tersebut juga menyoroti kekhawatiran tentang kelompok militan Boko Haram di Nigeria, yang dikatakan punya kaitan dengan Al Qaeda, dan tentang Semenanjung Sinai Mesir dimana "sejumlah kelompok militan yang longgar telah membentuk ...berdasarkan sejumlah klaim hubungan dan kesetian kepada Al Qaeda."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun ancaman teror utama lainnya terhadap Amerika Serikat tetap Iran, yang disebut AS sebagai Negara Sponsor Terorisme pada 1984. "Iran tetap menjadi sebuah negara yang aktif menyokong terorisme pada 2011 dan kegiatannya yang terkait teroris meningkat," kata laporan itu.

Sebuah rencana Iran terbongkar pada September tahun lalu yaitu rencana untuk membunuh duta besar Arab Saudi untuk AS. Rencana itu "menggarisbawahi lagi kepentingan baru Iran dalam menggunakan terorisme internasional - termasuk di Amerika Serikat - untuk mencapai tujuan kebijakan luar negerinya".

Teheran juga terus memberikan senjata dan pelatihan bagi kelompok-kelompok militan seperti Hamas dan kelompok-kelompok ekstremis Palestina lainnya, serta Hezbullah.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.