Rencana Konser Madonna di Warsawa Diprotes

Kompas.com - 01/08/2012, 11:42 WIB
EditorAti Kamil

WARSAWA, KOMPAS -- Kelompok Katolik dan kelompok veteran di Polandia memprotes rencana konser bintang pop Madonna karena bertepatan dengan peringatan Pemberontakan Warsawa. Mereka mendesak agar para pembeli tiket memboikot konser yang berlangsung Rabu (01/08/2012), tepat 68 tahun setelah kegagalan pemberontakan kota terhadap pendudukan Nazi.

Penyelenggara konser sendiri menyepakati untuk menghormati peristiwa ini dengan menayangkan potongan gambar tentang peristiwa yang berlangsung tahun 1944 tersebut sebelum pertunjukan dimulai. Setiap tahun, warga Polandia merayakan hari ketika 200.000 jiwa meninggal akibat pemberontakan.

Sebuah kelompok Katolik, Krucjata Mlodych atau Pemuda Salib, memulai sebuah kampanye di internet guna mendesak kaum muda untuk tidak menonton konser Madonna tersebut. Mereka mengatakan lebih dari 50.000 orang telah menjadi anggota kampanye Don't Go to See Madonna. Kelompok ini juga menggelar misa anti Madonna di sejumlah jalan Ibu Kota.

Mereka menuduh penyanyi asal AS tersebut telah menyinggung keyakinan mereka melalui pembakaran salib dan gambar mahkota duri dan telah mempromosikan pornografi dan penyimpangan seksual. Sejumlah papan iklan yang mempromosikan konser Madonna juga dilukis ulang dengan menggunakan tanda Tentara Dalam Negeri Polandia, tentara bawah tanah terbesar saat Nazi menguasai Eropa.

Momen penting
Setiap tahun, pada tanggal 1 Agustus, sirene dibunyikan di seluruh Warsawa dan warga mengheningkan cipta untuk menghormati ratusan ribu korban dalam pemberontakan 63 hari.

Anggota parlemen dari oposisi konservatif Stanislaw Pieta telah meminta pemerintah untuk tidak memberikan izin konser Madonna yang akan berlangsung di Stadion Nasional Polandia, demikian laporan Radio Polandia.

Guna meredam aksi protes, penyelenggara konser mengatakan telah menyetujui sebuah usulan yang diajukan pejabat kota untuk menayangkan sebuah film pendek tentang pemberontakan tersebut sebelum pertunjukan dimulai. Ania Pietrzak, seorang juru bicara untuk konser kepada wartawan mengatakan: "Ini adalah momen penting dalam sejarah Polandia, jadi kami memutuskan untuk mengingatkan orang atas peristiwa tersebut.''

Aksi protes ini merupakan kontroversi terbaru yang dialami penyanyi berusia 53 tahun tersebut. Sebelumnya saat menggelar konser di Paris, penyanyi "Material Girl" itu juga dicemooh oleh para penonton karena hanya menggelar konser selama 45 menit. Dalam konser bertajuk MDNA Tour tersebut dia juga lebih banyak berorasi politik ketimbang bernyanyi.

Penyanyi dengan nama asli Madonna Louise Veronica Ciccone tersebut menyulut kemarahan pendukung Front Nasional Prancis dengan menunjukkan lambang swastika di wajah ketua partai, Marine Le Pen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.