Rusia Ingin Bangun Pangkalan AL di Vietnam

Kompas.com - 27/07/2012, 18:44 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia sedang dalam pembicaraan dengan beberapa negara, termasuk anggota ASEAN Vietnam, untuk membangun pangkalan angkatan lautnya. Vietnam menyatakan akan mengizinkan Rusia membangun pusat perawatan kapal-kapal perang di wilayahnya.

Panglima Angkatan Laut (AL) Rusia, Laksamana Madya Viktor Chirkov, mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti, Jumat (27/7/2012), bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan tiga negara, yakni Vietnam, Kuba, dan Seychelles, mengenai niat Rusia membangun pangkalan angkatan lautnya.

"Kami memang meneruskan rencana kami untuk menempatkan kekuatan AL Rusia di luar Federasi Rusia. Sebagai bagian dari rencana ini di tingkat internasional, kami sedang membicarakan berbagai isu terkait pembuatan pangkalan-pangkalan perawatan kapal di Kuba, Seychelles, dan Vietnam," tutur Chirkov.

Pada hari yang sama, Presiden Vietnam Truong Tan Sang, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Rusia, mengatakan, Vietnam akan mengizinkan Rusia membangun pusat perawatan kapal-kapal perangnya di pelabuhan Teluk Cam Ranh, Vietnam.

Meski demikian, Sang mengatakan, fasilitas itu tidak akan berbentuk pangkalan militer. Sang hanya menegaskan, Teluk Cam Ranh akan digunakan untuk mengembangkan kerja sama militer antara Rusia dan Vietnam, dua sekutu di era Perang Dingin.

Pelabuhan di Teluk Cam Ranh ini pernah menjadi pangkalan militer Uni Soviet sejak akhir Perang Vietnam, sampai setelah Uni Soviet runtuh dan dilanjutkan menjadi pangkalan militer AL Rusia. Namun, dengan alasan kekurangan dana dan untuk memperbaiki hubungan dengan AS, Presiden Rusia Vladimir Putin menutupnya pada 2002.

Bulan lalu, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta saat mengunjungi Vietnam, juga menyatakan minat untuk membangun pusat perawatan kapal-kapal perang AS di Teluk Cam Ranh sebagai bagian dari perubahan kebijakan militer AS untuk kembali ke kawasan Asia Pasifik. Di masa Perang Vietnam, angkatan bersenjata AS juga memanfaatkan pangkalan di Cam Ranh itu.

Saat ini, satu-satunya fasilitas AL Rusia di luar negeri hanya ada di Tartus, Suriah. Rusia merasa kebutuhan akan pangkalan militer di luar Rusia ini sangat mendesak, setelah AL Rusia ikut bergabung dalam operasi antiperompak di perairan di sekitar Somalia dan Teluk Aden. (AP/RIA Novosti/DHF)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X