Kompas.com - 26/07/2012, 16:47 WIB
EditorKistyarini

BANGKOK, KOMPAS.com - Lima polisi tewas dan seorang lainnya terluka dalam serangan bom pada Rabu (25/7/2012), di Provinsi Yala, Thailand selatan, kata laporan media lokal.

Bom itu dilaporkan disembunyikan di satu truk pick-up untuk penyerbuan, yang meledak di depan satu sekolah di Kabupaten Raman pada saat kendaraan patroli polisi berjaga untuk keamanan para guru yang berangkat mengajar.

Lima polisi di dalam kendaraan itu tewas dan satu lainnya terluka. Baku tembak pun terjadi setelah ledakan itu antara polisi yang masih hidup dan para penyerang, yang kemudian melarikan diri meninggalkan lokasi.

Polisi menuduh para pemberontak separatis yang dilaporkan telah menghasut kelompok lebih dari 10.000 serangan kekerasan di tiga provinsi selatan Yala, Pattani dan Narathiwat sejak awal tahun 2004.

Kekerasan ini diperkirakan menewaskan lebih dari 5.000 jiwa dan melukai hampir 10.000 orang lainnya.

Wilayah selatan Thailand dulunya adalah daerah otonomi kesultanan Melayu Muslim sampai dianeksasi Bangkok sekitar seabad lalu, dan sejak itu sering muncul pemberontakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.