Kompas.com - 25/07/2012, 21:28 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Kecemasan tengah melanda hati Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak. Pasalnya, catatan dari militer Israel menunjukkan ibu kota Tel Aviv terbilang rawan dari serangan rudal.

Kepada media lokal di Jerusalem pada Rabu (25/7/2012), Netanyahu mengatakan hanya dengan satu tembakan rudal Suriah dari posisi kelompok Hezbollah di Lebanon, 400.000 warga Tel Aviv bakal terbunuh.

Israel, tulis warta Xinhua, memang tengah mengukur kekuatan pertahanannya andai berkonflik dengan Suriah dan Iran. Kedua negara itu memang bertetangga dengan Israel.

Militer Israel mengatakan, meskipun sistem pertahanan Iron Dome milik Israel dibangun di kawasan tengah, peranti itu tak akan bisa meluputkan maut yang mengancam dari peluru kendali itu. Sementara itu, pemetaan pelindung bom yang tengah menjadi program pihak berwenang Israel nyatanya cuma bisa melindungi 40.000 warga Tel Aviv.

Kurang

Kendati demikian, Pemerintah Israel mengakui pelindung-pelindung bom yang sudah ada terawat dengan baik. Khususnya yang dipasang di sekolah-sekolah dan sejumlah taman kanak-kanak. "Kami juga sudah berulang kali berlatih pelayanan gawat darurat dengan berbagai skenario," kata pihak kantor wali kota Tel Aviv.

Kantor wali kota juga mengatakan, sampai dengan tahun ini sudah merogoh kocek hingga 2,5 juta dollar AS untuk program perlindungan kota. Sampai kini, sudah ada 241 perlindungan publik. Dari jumlah itu, 111 di antaranya memiliki peralatan lengkap sistem penyaringan untuk perlindungan dari serangan senjata kimia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejatinya, perlindungan publik masih belum cukup. Catatan dari militer Israel menunjukkan, perlu adanya sistem peringatan dini 90 detik lebih awal apabila terjadi serangan. Lalu, perlu juga sistem kesiapan logistik kalau warga mesti berlindung selama berhari-hari.

Para pemimpin Israel mengaku tensi perang di Timur Tengah naik. Khususnya di Suriah. "Ketakutan Israel adalah andai senjata pemusnah massal Suriah jatuh ke tangan kelompok Hezbollah yang berbasis di Lebanon," kata mereka.

Israel juga waswas kalau senjata-senjata kimia Suriah juga dalam kekuasaan Hezbollah. Sejak 2006 sampai kini, konflik antara Hezbollah dan Israel masih membara. Selama jangka itu, Hezbollah sudah menembakkan 4.000 roket ke kawasan utara Israel.

 
 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.