Kompas.com - 23/07/2012, 15:07 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah AS secara diam-diam telah mencoba untuk memblokir pengiriman senjata dan minyak dari Iran ke Suriah demi mempercepat kejatuhan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, lapor harian The Wall Street Journal, Minggu (23/7) malam, seperti dikutip kantor berita AFP, Senin.

Sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip harian itu, mengatakan, upaya-upaya tersebut bertujuan untuk membuat Irak menutup wilayah udaranya bagi penerbangan antara Iran dan Suriah. Pihak intelijen AS yakin, senjata bagi pasukan pro-pemerintah Suriah sering disalurkan lewat jalur tersebut.

Laporan itu muncul saat pasukan pemerintah Suriah melancarkan ofensif di kawasan Barzeh di Damaskus, yang memicu eksodus besar warga. Pada saat bersamaan, komandan pasukan pemberontak muncul dalam sebuah video yang mengatakan bahwa pertempuran untuk "membebaskan" Aleppo telah dimulai.

Kantor berita resmi SANA mengumumkan, pasukan pemerintah telah "membersihkan" kawasan Qaboon di Damaskus dari "teroris", istilah rezim Al Assad bagi para pasukan pemberontak. Televisi rezim itu juga menayangkan rekaman yang dilaporkan berasal dari Qaboon yang menampilkan mayat-mayat, senjata, serta peralatan komunikasi dan uang yang katanya disita dari para pemberontak.

AS hari Minggu menyatakan bahwa pihaknya akan "meminta pertanggungjawaban" setiap pejabat Suriah yang terlibat dalam pelepasan atau penggunaan senjata kimia milik negara itu. Kekhawatiran telah meningkat di Barat setelah mencuat laporan bahwa Assad mungkin siap untuk menggunakan persediaan senjata kimianya demi menyelamatkan rezimnya.

Menurut The Wall Street Journal, Washington juga mencoba untuk menggagalkan setiap kapal yang diyakini membawa senjata dan bahan bakar ke Suriah via Terusan Suez. Sebuah kapal, Amin, baru-baru ini meminta izin untuk memasuki kanal itu. Kapal itu miliki perusahaan Republik Islam itu, Iran Shipping Lines, kata laporan koran tersebut. Para pejabat AS kini tengah mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Mesir dalam upaya untuk memblokir Amin lewat.

Harian itu menambahkan, AS juga telah menyediakan bahan-bahan intelijen tentang Suriah bagi militer Turki dan Yordania yang bekerja sama dengan para pemberontak. Informasi itu mencakup foto-foto dari satelit militer dan peralatan pengawasan lainnya yang memberikan rincian tentang situs-situs militer Suriah yang dapat membantu para pemberontak, lapor harian itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pejabat AS mengakui bahwa meskipun ada serangkaian upaya mereka, sejumlah pengiriman senjata dan bahan bakar ke Suriah tetap lolos.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.