Polisi Terus Lacak Identitas Pelaku

Kompas.com - 21/07/2012, 03:01 WIB
Editor

Sofia, Jumat - Polisi Bulgaria hingga Jumat (20/7) terus bekerja keras bersama Biro Investigasi Federal AS (FBI) dan Interpol untuk mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri yang menewaskan lima wisatawan Israel di kota Laut Hitam, Borgas, Rabu malam lalu.

Hingga 48 jam setelah pengeboman itu terjadi, polisi belum berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri itu. Para penyelidik sudah mengambil sidik jari tersangka pelaku, dan berupaya mencocokkan DNA-nya.

Seorang jaksa Bulgaria, Kalina Tchapkanova, yang dikutip televisi Bulgaria, bTV, mengungkapkan, sehari sebelum kejadian, tersangka berada di Pomerie, kota kecil di pinggir pantai yang terletak di kawasan Ravda, sekitar 20 kilometer dari Borgas. Lelaki itu berupaya menyewa sebuah mobil, tetapi ditolak karena keabsahan surat izin mengemudi (SIM) miliknya diragukan.

Dalam pemeriksaan di lokasi kejadian, lelaki itu membawa SIM palsu dari Negara Bagian Michigan di AS.

Kalina mengungkapkan, tersangka dilaporkan berbicara dalam bahasa Inggris dengan logat Timur Tengah. ”Kami juga telah mewawancarai sopir taksi yang membawanya ke bandara Borgas pada sore harinya,” kata Kalina.

Menuding Hezbollah

Polisi saat ini memusatkan penyelidikan di komunitas warga Lebanon yang tinggal di Bulgaria untuk mencari kemungkinan keterlibatan Hezbollah, kelompok garis keras di Lebanon, dalam aksi bom bunuh diri itu.

Sebelumnya, Pemerintah Israel telah menuduh Hezbollah, yang selalu mendapat dukungan dari Iran, terlibat dalam pengeboman ini. Harian The New York Times di AS, Kamis, mengutip seorang pejabat senior AS yang mengatakan, pelaku pengeboman itu adalah anggota sel Hezbollah yang mendapat perintah dari Iran.

Teheran menolak tegas semua tudingan ini.

Sementara itu, jenazah para turis korban pengeboman itu tiba di bandara Ben Gurion di Tel Aviv, Israel, Jumat pagi. Para korban adalah seorang perempuan yang sedang hamil bernama Kochava Shriki (44) dan empat orang berusia 20 tahun, yakni Yitzhik Kolengi, Amir Menashe, Elior Priess, dan Maor Harush.(AFP/AP/Reuters/sha)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.