Kompas.com - 18/07/2012, 12:54 WIB
|
EditorRusdi Amral

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pemerintah Argentina memperketat kontrol mata uang keluar untuk mencegah pelarian modal dan mempertahankan cadangan devisa yang ada. Langkah pemerintahan Presiden Cristina Kirchner ini dilakukan sekalipun mendapat kritik keras dari kalangan pengusaha.

Kantor berita AFP, Rabu (18/7/2012) melaporkan, cadangan devisa Argentina merosot tajam hampir 6 miliar dollar AS menjadi 46,6 miliar dollar AS dalam satu bulan ini. Sebagai perbandingan, cadangan devisa Indonesia sekitar 111 miliar dollar AS.

Kondisi ini membuat pemerintahan Argentina memperketat pengawasan atas pasar valuta dengan membatasi pembelian dollar AS, termasuk semua transaksi dalam dollar AS.

Perang melawan dollarisasi ekonomi ini akan mengarah pada sejumlah pembatasan pembelian dollar AS bagi perbankan, perusahaan besar dan individual. Dollarisasi ekonomi ini di mana semua transaksi besar, begitu juga simpanan dalam suatu perekonomian dalam bentuk dollar AS.

Pengawasan atas perdagangan valuta ini juga untuk mengatasi inflasi yang menurut analis independen saat ini sekitar 25 persen. Pemerintah Argentina memperkirakan inflasi sekitar 10 persen.

Kebijakan ini diperkirakan akan memukul sektor real estate dan konstruksi, dua sektor kunci dalam perekonomian Argentina. Mariano Lamothe, konsultan ekonomi menegaskan, kebijakan ini akan memperdalam jalan menuju resesi ekonomi di Argentina.

Pemerintah Argentina menerapkan larangan transaksi real estate dalam dollar AS demikian juga pembelian dollar AS untuk ditabung. Sebelumnya, pembelian mata uang dollar AS untuk perjalanan ke luar negeri juga dibatasi ketat.

Argentina merupakan ekonomi nomor dua terbesar di Amerika Selatan setelah Brasil. Negara asal pesepakbola Leonil Messi ini harus membayar dua utang dalam dollar AS pada Semester II 2012 yakni obligasi sebesar 2,4 miliar dollar AS pada bulan Agustus dan Jaminan utang senilai 3 miliar dollar AS pada Desember 2012.

Kewajiban membayar utang ini yang membuat Argentina sejak akhir tahun 2011 menjaga ketat kondisi cadangan devisanya agar bisa membayar sejumlah besar kewajiban utang dalam dollar AS.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X