Kompas.com - 18/07/2012, 07:48 WIB
EditorKistyarini

Hasil pemilu pertama Libya pascapenggulingan Kolonel Muammar Khadafy menunjukkan kemenangan bagi persekutuan partai liberal.

Aliansi Kekuatan Nasional, yang dipimpin pelaksana tugas Perdana Menteri Mahmoud Jibril, memenangi 39 dari 80 kursi yang tersedia bagi partai politik, demikian laporan sejumlah media lokal.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC pekan lalu, Jibril meminta partai-partai untuk membentuk pemerintahan koalisi, hal yang disambut baik oleh para pesaing politiknya.

200 anggota Majelis Nasional juga akan terdiri dari kandidat independen. Tetapi orientasi keseluruhan dari majelis ini masih belum jelas.

Apa yang bisa dilihat saat ini adalah siapapun yang akan memimpin majelis berasal dari mayoritas, demikian laporan wartawan BBC di Tripoli. Hal itu tergantung dari persekutuan sekitar 120 kandidat independen, yang kebanyakan belum diketahui kemana arah suara mereka.

Sementara itu, afiliasi Ikhwanul Muslimin di Libya Partai Keadilan dan Pembangunan memperoleh 17 suara. Partai ini selain mengucapkan selamat kepada partai lainnya, juga mengatakan telah mendapatkan dukungan dari anggota independen.

Mereka mungkin sekarang berada di jalur perubahan yang menguntungkan mereka dari daftar non partai.

'Pemilu pertama'

Sekarang ada waktu dua pekan untuk menyampaikan gugatan atas hasil penghitungan suara ini.

Lebih dari 100 partai ikut dalam pemilu, banyak diantaranya dibentuk hanya dalam beberapa bulan terakhir. Majelis hasil pemilu akan memiliki kekuatan legislatif dan diharapkan bekerja setidaknya selama setahun.

Majelis ini juga akan memilih pemerintahan terpilih pertama sejak era Khadafy tahun 1969.

Pemilihan parlemen yang bebas sepenuhnya terakhir kali digelar tahun 1952 sesaat setelah kemerdekaan Libya. Pemilihan nasional terakhir berlangsung tahun 1965, saat itu tidak ada partai politik yang diijinkan ikut.

Pengamat pemilihan dari Uni Eropa menilai proses pemungutan suara pada 7 Juli lalu berjalan ''lancar dan damai'', meski ada penundaan teknis dan kekerasan yang terjadi di beberapa lokasi.

Satu orang tewas tertembak di dekat tempat pemungutan suara di Ajdabiya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X