Kompas.com - 12/07/2012, 11:29 WIB
Penulis Kistyarini
|
EditorKistyarini

Mengakhiri kekerasan terhadap perempuan menjadi tugas berat di negara itu, di mana masih ada praktik-praktik tradisional seperti pernikahan usia dini, menyerahkan anak perempuan sebagai pembayar utang atau penggantian dari kejahatan kerabat serta pembunuhan demi kehormatan (honor killing), yakni pembunuhan terhadap anak-anak perempuan yang dianggap mencemarkan nama baik keluarga.

Para perempuan aktivis mengkhawatirkan pencapaian perbaikan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir bisa terkikis ketika pasukan internasional meninggalkan negara itu dan pemerintah bernegosiasi dengan kelompok Taliban.

Semasa rezim Taliban, kaum perempuan dilarang bekerja, bersekolah, bahkan meninggalkan rumah tanpa ditemani kerabat lelaki. Di tempat umum, mereka wajib mengenakan burqa.

Video itu beredar hanya beberapa saat sebelum negara-negara donor bertemu di Tokyo dan memutuskan untuk memberi bantuan sebesar 16 miliar dollar AS pada Afganistan.

Negara-negara donor itu mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang bagaimana uang itu akan dikelola dan meminta Kabul meningkatkan penerapan hak asasi manusia, khususnya hak-hak perempuan.

"Kami ingin pemerintah menindaklanjuti pembunuhan terhadap kaum perempuan Afganistan dan mengadili orang-orang yang bertanggung jawab," kata perempuan aktivis, Simi Samar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.