Kompas.com - 11/07/2012, 21:47 WIB
Penulis Kistyarini
|
EditorKistyarini

MOGADISHU, KOMPAS.com - Sejumlah pejabat Somalia mengatakan makin banyak anggota Al Shabaab yang meninggalkan kelompok itu ketika tentara Somalia dan Uni Afrika menguasai wilayah di sekitar Mogadishu.

Kaum militan yang meninggalkan Al Shabaab menghadapi ancaman pembunuhan dari anggota yang masih setia. Pemerintah Somalia sendiri mendirikan sejumlah rumah untuk menampung para eks anggota kelompok militan yang sebagian masih berusia remaja itu.

Di tempat itu, selain mendapat makan dan tempat tinggal, mereka menerima pelajaran tentang patriotisme, antikekerasan, dan agama.

Salah seorang pembelot, Mohamed Saeed (18), mengatakan, para milisi tidak berani mengungkapkan rencana untuk membelot, bahkan pada teman terdekat sekalipun. Kepercayaan, katanya, bisa membuat seseorang terbunuh.

Begitu Al Shabaab kehilangan penghasilan dari upeti - misalnya dari pasar-pasar di Mogadishu - kehidupan di medan tempur semakin berat. Menurut Saeed, mereka sering cuma bisa makan sekali dalam sehari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.