Kompas.com - 30/06/2012, 22:37 WIB
EditorKistyarini

RAMALLAH, KOMPAS.com - Presiden Palestina Mahmud Abbas telah menunda pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Israel Shaul Mofaz yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (1/7/2012), kata para pejabat Palestina, Sabtu (30/6/2012).

Para pejabat tidak mengatakan kapan tanggal baru kemungkinan pertemuan itu dijadwalkan kembali, untuk menjadi pertemuan tingkat tertinggi antara kedua pihak sejak pembicaraan damai yang gagal pada 2010.

"Kita tahu bahwa Mofaz tidak akan membawa hal yang baru," kata Abu Wasl Yosef, anggota Organisasi Pembebasan Palestina Abbas, kepada wartawan mengenai penundaan itu.

Para pejabat Israel, yang tidak pernah membenarkan atau membantah pertemuan itu akan terjadi, tidak berkomentar. Pertemuan itu seharusnya berlangsung di kota Tepi Barat, Ramallah.

Mantan menteri Palestina Hassan Asfour mengatakan penundaan itu mungkin dipicu oleh protes di kalangan pemuda Palestina yang tidak menyukai gagasan Mofaz, mantan kepala pertahanan Israel, menjadi tamu di markas Abbas.

Perundingan-perundingan antara Israel dan Palestina gagal pada akhir tahun 2010 karena sengketa pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat, dan Palestina menuntut penghentian pembangunan di wilayahnya yang diduduki negara Yahudi itu sebelum pembicaraan dilanjutkan.

Israel mengatakan isu permukiman harus diselesaikan dalam perundingan dan menolak setiap pra-syarat untuk melakukan pembicaraan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmud Abbas diberitakan akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Israel Shaul Mofaz pada Ahad sebagai pertemuan tingkat tinggi pertama dalam beberapa tahun terakhir, kata seorang pejabat Palestina, Selasa.

Pertemuan itu akan berfokus pada prospek melanjutkan perundingan perdamaian Palestina-Israel yang macet sejak 2010, kata pejabat yang tak bersedia disebut namanya itu kepada Xinhua.

Kedua pemimpin akan bertemu baik di Yerusalem atau di kota Tepi Barat Jericho, kata pejabat tersebut menambahkan.

Ketua Partai Kadima, Mofaz, bergabung dengan koalisi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bulan lalu.  Sejak itu, ia telah mendesak pertemuan dengan presiden Palestina Mahmud Abbas.

Abbas akan melihat apakah Mofaz memiliki rencana baru untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian, yang rusak akibat perselisihan tentang kegiatan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem timur.

Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, mengatakan pertemuan itu tidak akan dihitung sebagai putaran baru perundingan perdamaian. Sebab Abbas mengatur syarat untuk memulai kembali pembicaraan, yang meliputi melepaskan tahanan yang ditahan oleh Israel sejak sebelum 1994 dan mencabut embargo senjata terhadap Otoritas Nasional Palestina.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X