Radang Paru Masih Mengintai Balita

Kompas.com - 29/06/2012, 09:01 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Bayi dan balita termasuk dalam kelompok yang paling rawan mengalami gangguan kesehatan. Salah satu penyakit yang menjadi pembunuh balita utama di Indonesia adalah penumonia atau radang paru. Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2007, pneumonia menjadi penyebab kematian balita terbesar kedua setelah diare.

"Rata-rata anak kecil sistem kekebalan tubuhnya belum maksimal, sehingga mudah sekali kalau ada kuman masuk menjadi infeksi. Apalagi kalau kuman yang masuk itu sifatnya ganas," ujar dr. Agus Dwi Susanto, dokter spesialis paru Rumah Sakit Persahabatan, Kamis, (28/6/2012).

Agus menjelaskan, Pneumonia adalah radang paru-paru atau infeksi di jaringan paru yang disebabkan oleh kuman. Kuman tersebut bisa berupa bakteri, virus atau jamur yang sifatnya mikroorganisme. Cara penularannya melalui kontaminasi udara yang masuk melalui saluran napas, kemudian ke paru-paru, sehingga menimbulkan peradangan.

Menurut Agus, peradangan yang berlangsung lama dan luas akan membuat pasokan oksigen yang masuk melalui paru-paru berkurang karena ada jaringan yang terinfeksi. Tidak heran jika banyak pasien pneumonia meninggal karena kegagalan napas (oksigen yang masuk tidak maksimal).

Derajat penyakit pneumonia bisa bervariasi mulai dari ringan sampai berat. Gejala utama pneumonia, baik pneumonia yang disebabkan virus atau bakteri, antara lain demam tinggi, batuk, sesak napas, lemas, atau tampak kelelahan dan dada terasa sakit, terutama bila batuk.

Pada kasus berat bisa terjadi penurunan suhu tubuh, kejang, penurunan kesadaran, suara napas keras dan kasar, tidak dapat makan, serta anak tampak biru (terutama di sekitar mulut).

"Intinya, kalau ada tanda-tandanya anak mengalami batuk, demam dan sesak napas, kita harus berpikir ada infeksi di jaringan paru," ucapnya.

Berdasarkan data WHO dan UNICEF,  sekitar 50 persen pneumonia disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae (bakteri pneumokokus) dan 20 persen disebabkan Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Sisanya disebabkan virus dan penyebab lain.

Strategi kunci dalam mengendalikan pneumonia adalah menurunkan angka kelahiran bayi prematur atau bayi berat lahir rendah, pemberian ASI eksklusif 6 bulan, gizi cukup dan seimbang di semua usia anak, imunisasi (khususnya DPT, campak, Hib, dan IPD), dan yang tak kalah penting menciptakan lingkungan bebas asap dan polusi.

"Tugas orang tua untuk memastikan dan menjaga agar anak mendapat asupan makanan yang cukup. Bayi juga harus mendapatkan  ASI karena menguatkan sistem kekebalan tubuh," imbaunya.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2003 menunjukkan, pneumonia tercatat menempati peringkat pertama penyebab kematian utama pada balita, lebih tinggi dibandingkan AIDS, Diare, TB, Malaria, dan Campak. Menurut UNICEF, pneumonia menjadi salah satu penyakit yang mengancam anak-anak. Ada sekitar 155 juta kasus pneumonia anak setiap tahun di dunia.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X