Pemimpin Al Qaeda di Eropa Ditangkap

Kompas.com - 20/06/2012, 16:53 WIB
EditorKistyarini

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Seorang warga Perancis yang disebut-sebut merupakan seorang pemimpin Al Qaeda ditangkap di Pakistan, ungkap pejabat Pakistan, Rabu (20/6/2012). Lelaki itu juga anggota sel teror Jerman yang terkait serangan 11 September.

Naamen Meziche ditahan setelah pengungkapan oleh Younis al-Mauritani, yang diduga diberi tugas oleh Osama bin Laden untuk merencanakan serangan di Australia, Eropa, dan Amerika Serikat dan ditangkap di Pakistan tahun lalu, kata pejabat keamanan Pakistan keapda AFP.

Meziche yang keturunan Aljazair dilahirkan pada 1970. Sejumlah pakar mengatakan Meziche merupakan anggota "penting" Al Qaeda di Eropa dan begabung dengan sel Hamburg. Pihak berwenang AS mengatakan sel Hamburg terlibat dalam serangan 11 September.

Dia dilaporkan merekrut pengikutnya dari sebuah masjid di sebuah kota di Jerman utara. Masjid itu kemudian ditutup oleh aparat berwenang pada 2010 karena memupuk kaum fanatik.

Tiga dari pembajak pesawat serangan 11 September, termasuk pemimpinnya, Mohammed Atta, yang memiloti pesawat pertama yang menabrak gedung WTC New York, rutin bertemu di masjid itu sebelum pergi ke AS.

Seorang pakar terorisme membenarkan bahwa Meziche terkait Al Qaeda. Dikatakannya, lelaki itu sudah meninggalkan Eropa dan pindah ke kawasan perbatasan antara Afganistan, Iran, dan Pakistan beberapa tahun lalu.

Sementara itu pejabat Paksitan mengatakan, Meziche "termasuk di antara orang-orang dekat" Mauritani. Namun pejabat itu menolak mengatakan apakah Meziche diburu terkait sebuah rencana tertentu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baik sosok Meziche maupun Mauritani terdapat dalam daftar teroris paling diburu oleh Biro Penyelidik Federal (FBI) AS.

Pejabat Pakistan itu mengatakan Maziche ditangkap oleh "badan-badan intelijen" di dekat perbatasan Iran. Pejabat itu tidak mengungkap kapan penangkapan dilakukan ataupun ada keterlibatan badan intelijen Barat dalam operasi tersebut.

Pada 5 September 2011, agen-agen Pakistan bekerja sama dengan CIA untuk membekuk Mauritani, yang diyakini mendapat instruksi dari Osama bin Laden untuk merencanakan serangan terhadap Australia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.