Penarikan Tentara Perancis Tunggu Waktu

Kompas.com - 14/06/2012, 18:08 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Penarikan pasukan Perancis dari Afganistan tinggal menunggu waktu. Tepatnya, beberapa pekan mendatang.

Presiden Perancis Francois Hollande mengemukakan hal itu pada Kamis (14/6/2012), tatkala melakukan penghormatan kepada empat tentara Perancis yang tewas di Afganistan pada pekan lalu. "Pasukan tempur kita akan mulai meninggalkan Afganistan pada beberapa pekan mendatang," kata Hollande, dengan menambahkan bahwa penarikan itu akan dilakukan dalam ketertiban dan keamanan.
   
Sebelum terpilih pada Mei, Hollande berjanji mempercepat penarikan itu dari Afganistan. Realisasi penarikan itu akan selesai pada akhir 2012, setahun lebih dulu dari rencana awal Paris dan dua tahun sebelum tenggat NATO.
   
Dalam upacara juga hadir mantan presiden Nicolas Sarkozy. Keempat tentara itu mendapat pemakaman ketentaraan di tugu tentara Les Invalides.
   
Keempat tentara Perancis itu tewas pada Sabtu akibat serangan pengebom jibaku Taliban di Provinsi Kapisa di Afganistan timur. Mereka adalah korban pertama di Afganistan sejak Hollande menjabat.
   
Sejumlah 87 tentara Perancis tewas di Afganistan sejak awal gerakan pimpinan NATO melawan Taliban di negara itu pada 2001, termasuk sembilan sejak awal 2012.
   
Sedikitnya, 2001 tentara asing dalam Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO tewas di Afganistan pada tahun ini, kata AFP berdasarkan atas hitungan laman icasualties.org.
   
Sejumlah 3.047 tentara asing pimpinan Amerika Serikat tewas di Afganistan sejak serbuan pada 2001. Amerika Serikat menderita korban terbanyak dengan 2.008 orang, diikuti Inggris dengan 418, Kanada (158), Perancis (87), Jerman (53), Italia (49), Denmark (42), Polandia (36), Spanyol (34), Australia (32), Belanda (25), dan sisanya dari negara lain anggota persekutuan sekitar 40 negara itu.
   
Perang itu sangat tidak disukai rakyat Barat pengirim pasukan ke Afganistan. Jajak pendapat di Inggris, Perancis, dan Jerman menunjukkan kian banyak warganya menuntut tentara mereka segera ditarik.
   
Dukungan bagi perang di Afganistan turun tajam di kalangan warga Amerika Serikat dalam beberapa bulan belakangan saat mereka semakin kecewa dengan kemelut sejak lebih dari satu dasawarsa lalu itu, kata jajak pendapat New York Times/CBS News, yang disiarkan pada akhir Maret.
   
Dua pertiga dari yang ditanya -69 persen- menyatakan Amerika Serikat seharusnya tidak lagi berperang di Afganistan. Angka ini naik dari 53 persen pada November dan persentase tertinggi sejak jajak pendapat New York Times/CBS News mengajukan pertanyaan itu pada 2009, kata CBS.
   
Enam puluh delapan persen penanggap menyatakan pertempuran itu "agak buruk" atau "sangat buruk". Sementara, 42 persen menyuarakan pandangan tersebut pada November 2011, kata New York Times.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.