Siapakah Ray, "Anak Hutan" dari Berlin Ini?

Kompas.com - 13/06/2012, 10:47 WIB
EditorEgidius Patnistik

BERLIN, KOMPAS.com -  Polisi Berlin, Jerman, merilis sebuah foto "remaja hutan" misterius yang mendatangi pihak berwajib sembilan bulan lalu. Remaja itu mengatakan, ia telah hidup di hutan selama lima tahun dan tidak tahu siapa dirinya.

Polisi di ibukota Jerman itu mengirim sebuah foto dari remaja laki-laki pirang yang tengah tersenyum dan mengenakan T-shirt serta kalung emas ke media massa untuk meminta bantuan dalam mengungkap kisah anak itu. "Walau ada studi ekstensif dan investigasi, kantor pemuda dan polisi Berlin masih tidak berhasil dalam mengidentifikasi remaja yang menyebut dirinya Ray," kata pernyataan polisi Berlin, yang diterbitkan dalam bahasa Jerman dan Inggris.

"Siapa yang tahu orang yang ada dalam foto ini? Siapa yang bisa memberikan informasi apapun tentang identitasnya? Siapa yang bisa memberikan informasi tentang orang-orang yang mungkin menjadi kerabat orang tersebut?"

Remaja itu menyebut namanya hanya sebagai Ray. Ia mengaku, tanggal lahirnya pada 20 Juni 1994. Dengan berbahasa Inggris dan hanya sedikit bahasa Jerman, remaja itu mencari bantuan di Balai Kota Berlin pada tanggal 5 September tahun lalu.

"Dia mengaku dia hanya tahu tanggal lahir dan nama depannya. Ia dikirim ke badan darurat pemuda," kata polisi. "Di sana dia menceritakan sebuah kisah petualangan."

Ray tidak mampu, atau menolak, untuk memberikan nama keluarga, tempat kelahiran atau informasi biografis lainnya. Namun ia mengatakan, dirinya telah menghabiskan lima tahun terakhir hidup di hutan bersama ayahnya sampai ayahnya itu meninggal mendadak pada Agustus tahun lalu.

Ray mengatakan kepada polisi bahwa ia telah mengubur ayahnya "dalam sebuah lubang di hutan di bawah batu-batu" tapi, setelah "berjalan ke utara selama lima hari" ke arah Berlin, ia tidak bisa menjelaskan bagaimana ayahnya meninggal atau di mana pihak berwenang bisa menemukan jenazah ayahnya tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Remaja itu mengatakan, ibunya, Doreen meninggal dalam kecelakaan mobil ketika ia berumur 12 tahun. Ia mengaku tidak ingat tentang peristiwa itu tetapi ia menduga bahwa bekas luka di wajahnya merupakan akibat kecelakaan tersebut.

"Kantor pemuda dan polisi Berlin punya keraguan besar tentang cerita anak itu," kata mereka dalam sebuah pernyataan. "Itulah alasannya mengapa kantor pemuda sekarang memutuskan untuk mempublikasikan foto Ray dan meminta bantuan Anda."

Polisi memperkirakan, Ray berusia antara 16 hingga 20 tahun. Ia memiliki mata biru dengan tubuh yang atletis. Remaja itu punya tiga bekas luka di dahi, tiga yang lain di dagu dan satu lagi di lengan kanannya.

Dia membawa sebuah tenda, kantong tidur, ransel yang tampak masih baru dan pakaian bersih saat muncul di Berlin tahun lalu. Kalung di lehernya memiliki liontin dengan huruf D, yang kata Ray itu merujuk ke nama ibunya, Doreen.

Kasus membingungkan itu menjadi berita utama internasional ketika pertama kali muncul tahun lalu. Polisi mengatakan, mereka berharap foto itu akan mendorong seseorang untuk memberi informasi lebih banyak tentang masa lalu remaja itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X