Malvinas Akan Gelar Referendum

Kompas.com - 13/06/2012, 08:55 WIB
EditorEgidius Patnistik

Rakyat Kepulauan Falkland, wilayah Inggris di Atlantik Selatan yang juga diklaim Argentina, akan mengadakan referendum tahun depan untuk menentukan status politik.

Pengumuman disampaikan oleh pemerintah Kepulauan Falklands, atau disebut Malvinas oleh Argentina, hari Selasa, 12 Juni.

Kepala pemerintahan Kepulauan Falkland mengatakan hasil referendum diharapkan akan mengirim pesan jelas bahwa rakyat di gugusan pulau tersebut ingin tetap menjadi bagian dari Inggris Raya.

"Dengan dukungan penuh pemerintah Inggris, kami memutuskan untuk menggelar referendum di Kepulauan Falkland untuk menyingkirkan segala keraguan tentang keinginan kami," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kepulauan Falkland, Gavin Short, hari Selasa, 12 Juni.

Gavin Short menambahkan tidak diragukan lagi rakyat Kepulauan Falkland akan tetap ingin menjadi wilayah berpemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayah Inggris.

"Tentu kami tidak berminat diperintah oleh pemerintah di Buenos Aires, kenyataan yang jelas ditangkap oleh semua orang yang telah berkunjung ke kepulauan dan mendengar pandangan kami," tutur Gavin Short seperti dikutip kantor berita AFP.

Klaim Argentina

Inggris dan Argentina berperang memperebutkan wilayah Falkland 30 tahun lalu ketika pasukan Argentina menyerbu Falkland tetapi kemudian dipaksa menyerah.

Sampai sekarang Argentina menganggap Falkland atau Malvinas sebagai wilayah negara itu yang diduduki Inggris.

Pemerintah Inggris menyebut rencana referendum sebagai kesempatan yang benar-benar penting.  "Tiga puluh tahun lalu mereka menegaskan ingin tetap menjadi bagian dari Inggris. Oleh karena itu pasukan Inggris dengan berani membebaskan pulau dari penyerbu-penyerbu Argentina," kata Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Referendum diperkirakan akan diadakan pada pertengahan pertama 2013.

Presiden Argentina Cristina Fernandez telah melancarkan serangkaian upaya diplomatik untuk menegaskan klaim negaranya atas wilayah kepulauan yang dalam bahasa Spanyol disebut Las Malvinas.

Cristina Fernandez menuduh Inggris mempertahankan "daerah kantong kolonial" dan menyerukan kepada pemerintah Inggris untuk membuka perundingan kedaulatan. Namun pemerintah Inggris menolak membicarakan kedaulatan Kepulauan Falkland selama 3.000 warga wilayah itu tetap ingin menjadi warga Inggris.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X